Archive

Posts Tagged ‘trading’

Fed Mau Pangkas Suku Bunga Lagi, Pasar Keuangan Bergolak!

July 11th, 2019 No comments

Headline Bank Sentral Amerika Serikat (the Fed) yang mau memangkas suku bunga acuannya lagi telah membuat pasar keuangan bergolak. Harga-harga instrumen keuangan naik-turun mengikuti ekspektasi potensi jadi tidaknya suku bunga dipangkas.

Para pelaku pasar keuangan memperhatikan hasil data-data ekonomi AS yang dirilis dan menyimak pernyataan-pernyataan dari pejabat-pejabat the Fed untuk mencari petunjuk prospek pemangkasan suku bunga di rapat Bank Sentral AS tanggal 31 Juli- 1 Agustus 2019 ini. Pasar juga mencari indikasi berapa banyak pemangkasan akan dilakukan tahun ini.

Di acara testimoni di hadapan Komite Keuangan DPR AS, Gubernur Bank Sentral AS, Jerome Powell, seakan memberi penegasan bahwa Juli ini, opsi pemangkasan suku bunga masih terbuka lebar. Bank Sentral tidak hanya mempertimbangkan hasil data tenaga kerja bulan Juni yang lebih bagus dari ekspektasi pasar. Bank Sentral akan mempertimbangkan seluruh data ekonomi AS seperti data pertumbuhan ekonomi, data inflasi, data perumahan serta situasi ekonomi global yang telah terjadi dalam periode yang lebih panjang.

Seperti yang telah kita ketahui, pertumbuhan ekonomi global mengalami tekanan karena perang dagang yang dipicu oleh AS sendiri. Di AS, data-data ekonominya juga mengalami tekanan. Powell mengatakan the Fed akan mempertimbangkan hal-hal tersebut dalam pengambilan keputusan perubahan kebijakan moneter.

Instrumen apa yang menguat karena potensi pemangkasan suku bunga ini:
1. Indeks saham

2. Komoditi terutama emas (XAUUSD)

3. Mata uang emerging markets yang dipasangkan dengan dollar AS

4. Mata uang major yang dipasangkan dengan dollar AS

Mengapa bisa menguat? Kalau suku bunga AS dipangkas, maka tingkat imbal hasil aset-aset AS bisa menurun dan ini menyebabkan daya tarik aset-aset AS itu berkurang sehingga pelaku pasar keluar dari aset-aset AS dan masuk ke aset-aset lainnya.

Para pelaku pasar bisa memanfaatkan peluang dari isu pemangkasan suku bunga acuan AS ini untuk mendapatkan profit dengan melakukan trading jangka pendek. Tentu saja, tetap harus memperhatikan area-area support dan resisten sebelum membuka posisi.

Happy Trading!

Btw, untuk mengecek kalender ekonomi untuk melihat jadwal rilis data-data ekonomi AS di sini: https://monexnews.com/calendar/homeCalendar.htm

 

 

 

Bersiap Dengan Segala Kemungkinan

November 19th, 2013 No comments

Pada rapat bank sentral Indonesia pertengahan November lalu, di luar ekspektasi, Bank Indonesia menaikan suku bunga acuan – BI rate sebesar 25 basis poin menjadi 7,5%. Sebelumnya, bank sentral Eropa (ECB) mengeluarkan keputusan yang mengejutkan pasar dengan memangkas suku bunga acuan 25 basis poin menjadi 0,25%.

Kata kunci “di luar ekspektasi” ini yang seringkali terjadi dan menjadi market mover di pasar keuangan global . Desember nanti, pasar akan menantikan event penting yaitu hasil rapat kebijakan moneter bank sentral Amerika Serikat (FOMC meeting) dimana ekspektasi sebagian besar pasar adalah kemungkinan terjadinya tapering atau pemangkasan stimulus. Tapi seperti contoh di atas, kemungkinan terjadi sebaliknya juga besar.

Bank sentral AS pernah melakukannya pada rapat kebijakan moneter pada bulan September dimana sebagian besar analis dan ekonom memperkirakan tapering pertama bakal diputuskan pada rapat tersebut. Namun kenyataannya Fed malah berbuat sebaliknya dan menimbulkan riak di pasar.

Kejadian yang di luar dugaan ini sangat berpengaruh bagi pergerakan harga. Volatilitas harga akan naik tajam. Harga bisa mengalami penguatan ataupun pelemahan yang besar. Sesuatu yang di luar dugaan biasanya menimbulkan kepanikan di pasar sehingga terefleksikan pada harga dengan pergerakan yang cukup liar.

Gambar 1. Volatilitas EUR/USD-XAU/USD-Dow Futures September 2013

 Volatilitas Harga Sep 2013

Sumber: Monex Trader Platform- mifx.com

 

Dari gambar 1 di atas terlihat grafik volatilitas meninggi pada tanggal 18 September saat bank sentral AS mengumumkan kebijakan ‘No Tapering’ yang berlawanan dengan ekspektasi sebagian besar pasar saat itu. Harga bergerak dalam kisaran yang besar pasca pengumuman tersebut.

Volatilitas harga yang besar ini bisa memberikan peluang untuk mendapatkan keuntungan dari pasar dan bisa juga menjadi buah simalakama bagi trader yang tidak siap mengantisipasinya. Ketika data fundamental yang dirilis berlawanan dengan ekspektasi biasanya terjadi pembalikan arah harga yang cepat.

Gambar 2. Pergerakan Harga Emas Saat Rapat FOMC 18 Sep 2013

Xau 18 Sep 2013Sumber: Monex Trader Platform – mifx.com

Dari gambar 2 di atas terlihat pergerakan harga emas dalam tren penurunan sebelum keputusan rapat FOMC Bank Sentral AS tanggal 18 September 2013. Pergerakan turun ini diakibatkan oleh ekspektasi sebagian besar para pelaku pasar bahwa bank sentral AS akan melakukan tapering atau pengurangan stimulus yang pertama pada rapat tersebut. Dan arah pergerakan harga seketika berubah 180 derajat, dengan cepat harga melesat naik lebih dari $50 per troy ons, ketika rapat FOMC tersebut memutuskan bahwa tapering belum akan dijalankan saat itu. Kalau kita kalkulasi, pergerakan sebesar $50 per troy ons itu sama dengan $5000,- untuk 1 kontrak sebesar 100 troy ons. Pergerakan yang besar ini memberikan peluang untuk mendapatkan keuntungan. Namun sebaliknya juga bisa memberikan kerugian jika salah posisi dan tidak dikontrol resikonya.

Kita memang tidak punya kendali terhadap pergerakan harga pasar, tapi kita punya kendali terhadap posisi trading kita. Para pelaku pasar harus bersiap menghadapi segala kemungkinan, terutama kemungkinan yang terburuk. Sebelum masuk pasar, para trader tentunya harus sudah menghitung segala resikonya dan sudah tahu apa yang harus dilakukan bila kondisi pasar sudah tidak sejalan dengan proyeksi atau posisi masuknya. Ini yang dinamakan rencana trading (trading plan). Dalam rencana trading, selain perhitungan resiko, kita juga sudah mengkalkulasi target keuntungan.

Menjaga resiko sangat penting dalam dunia trading. Salah satu cara untuk menjaga resiko adalah dengan menempatkan stop loss setiap kali masuk posisi. Pelaku pasar juga bisa melakukan hal lainnya untuk menjaga resiko seperti dengan melakukan hedging atau mengunci posisi. Dan bisa juga membeli/menjual instrumen keuangan yang berbeda untuk menutupi resiko pada instrumen yang kini dipegang. Atau bisa juga mengganti posisi dengan posisi yang berlawanan yang sesuai dengan arah harga terkini.

Di bulan Desember ini, selain keputusan rapat FOMC bank sentral AS yang bisa berdampak besar bagi pergerakan harga di pasar keuangan, data-data ekonomi AS juga akan menjadi market mover penting bagi pasar. Karena ketidakpastian kebijakan tapering, para pelaku pasar mencoba menganalisa dan memproyeksikan kapan keputusan tapering ini akan dijalankan. Analisa dan proyeksi para pelaku pasar ini akan didasarkan pada hasil rilisan data-data ekonomi AS sehingga bila data-data tersebut lebih bagus dari prediksi, pasar akan berekspektasi tapering akan dilakukan dalam waktu dekat dan sebaliknya bila hasil data tersebut lebih buruk dari ekspektasi, pasar akan mengasumsikan tapering masih akan ditunda pada bulan mendatang. Dan pergerakan harga akan mengikuti ekspektasi atau sentimen yang berkembang di kalangan pelaku pasar. Oleh karena itu para trader dan investor harus bersiap menghadapi segala kemungkinan.

twitter: @aristontjendra

www.monexnews.com