Archive

Posts Tagged ‘trade war’

$1480 Per Troy Ons, Level Kunci Harga Emas Saat Ini

September 30th, 2019 No comments
Harga emas saat ini (27/9) masih berada di kisaran $1505 per troy ons. Setelah penurunan tajam dari kisaran $1535 di hari Rabu kemarin, harga emas melakukan konsolidasi di kisaran $1500-$1512 per troy ons.

Naik turunnya harga emas belakangan ini tidak terlepas dari konflik dagang antara Amerika Serikat dengan Tiongkok yang berkepanjangan. Negosiasi dagang yang dilakukan hingga saat ini pun masih belum berujung pada kesepakatan. Masing-masing pihak memperlihatkan gestur yang berubah-ubah yang memberikan keraguan ke pasar bahwa negosiasi dagang akan berakhir dengan kesepakatan yang dapat diterima oleh kedua belah pihak.

Info terbaru, Tiongkok berjanji akan membeli produk pertanian AS lebih banyak. Ini memberikan gestur positif terhadap negosiasi lanjutan yang akan diselenggarakan (mungkin) tanggal 10 Oktober 2019 nanti di Washington. Namun sebelumnya, AS dikabarkan tidak akan memperpanjang ijin sementara perusahaan AS untuk berhubungan bisnis dengan Huawei.

Risiko perang dagang yang masih terbuka ini sejurus dengan pergerakan teknikal harga emas saat ini.

Harga emas XAUUSD Harian, sumber Monex Trader

Dari struktur harga emas yang terjadi saat ini, harga masih membuka peluang untuk naik. Pada grafik harian, kita bisa melihat pergerakan naik sejak 31 Mei 2019 terus membentuk struktur level tertinggi dan level terendah yang lebih tinggi (Higher High and Higher Low). Dan sekarang puncaknya ada di kisaran $1556, yang terbentuk tanggal 4 September 2019.

Setelahnya, harga mulai melakukan konsolidasi ke bawah tapi masih belum bisa menembus ke bawah support penting $1480 per troy ons, yang juga menjadi potensi target pelemahan harga emas saat ini. Level support ini merupakan level kunci yang bisa mengubah arah pergerakan emas ke bawah. Potensi target bila harga berubah turun adalah ke kisaran $1460 dan selanjutnya ke $1430.

Sementara untuk arah penguatan, harga berpeluang menguji kembali level tinggi $1556 dan selanjutnya mengarah ke kisaran $1575 dan $1600 per troy ons.

Harga Emas Bisa Terus Bertahan Di Atas $1500 Per Troy Ons Karena Perang Dagang

August 9th, 2019 No comments

Tiga hari belakangan ini, harga emas sudah berhasil menembus dan bertahan di atas level $1500 per troy ons. Ini artinya apa? Ini artinya pasar sedang khawatir dan adanya potensi uang murah.

Perang dagang antara Amerika Serikat (AS) dan Tiongkok yang masih berlangsung menjadi fokus perhatian para pelaku pasar. Trump menjanjikan akan terjadinya dialog dengan Tiongkok minggu lalu tapi malah mengeluarkan kebijakan yang menekan  Tiongkok. Trump menaikan tarif impor barang Tiongkok senilai $300 milyar sebanyak 10%!

Aksi Trump langsung dibalas Tiongkok dengan menunda pembelian barang pertanian dari AS dan nilai tukar yuan dilepas dan melemah ke level 7 yuan per dollar AS.

Ini yang menjadi kekhawatiran pasar. Aksi saling balas hanya akan membuat perang dagang berlarut dan merugikan perekonomian global.

Ada isu bahwa Tiongkok sengaja mengulur waktu menunggu hasil pemilu presiden AS dirilis. Mereka lebih senang bersepakat dengan presiden yang baru (Itu kalau Trump tidak terpilih lagi). Ini artinya durasi perang dagang akan semakin panjaannng.

Perang dagang berpotensi melambatkan perekonomian global. Tahun ini beberapa bank sentral global seperti AS, Australia, Selandia Baru, India, Thailand, Korea Selatan, Brasil, Arab Saudi, Turki, Afrika Selatan, Indonesia dan lainnya sudah melakukan pemangkasan suku bunga acuan untuk memberikan stimulus moneter ke perekonomian.

Harga emas diuntungkan dalam hal ini. Para pelaku pasar beramai-ramai beralih aset yang lebih aman (safe haven) seperti emas. Emas dipandang sebagai aset yang bisa mengamankan nilai.

Baca juga: Ambil Untung Dari Perang Dagang AS Dan Tiongkok Di Trading

Saat ini harga emas sudah berhasil menembus ke atas kisaran $1500 per troy ons dan masih berpotensi untuk menguat lebih tinggi lagi mengingat belum ada penutupan dari perang dagang. Efek bunga rendah juga memicu pelaku pasar mencari aset yang lebih menguntungkan.

Bila kita menarik garis fibonacci retracement dari level tertinggi bulan September 2011 di $1920.90 dan level terendah bulan Desember 2015 di $1046.44, harga mungkin bisa mengarah ke level 61.8% di kisaran $1586 per troy ons.

Informasi tentang trading bisa dibaca di sini: https://forexdiscovery.blogspot.com/

 

 

 

Ambil Untung Dari Perang Dagang AS Dan Tiongkok Di Trading

July 1st, 2019 No comments

Perang dagang sedang hangat, menjadi pemberitaan di berbagai media bisnis dan keuangan. Perang dagang ini sudah muncul sejak awal tahun 2018, dimana Amerika Serikat (AS) melalui Presiden Trump mengeluarkan kebijakan kenaikan tarif impor untuk barang-barang yang diimpor dari negara Tiongkok. Kebijakan AS tersebut segera dibalas oleh Tiongkok.

Aksi balas membalas ini membuat perekonomian di kedua negara menjadi melambat. Kenaikan tarif impor akan membuat harga barang meningkat dan mendorong permintaan turun, yang pada akhirnya produksi dibatasi, tenaga kerja dipangkas, daya beli menurun dan berujung pada pelambatan pertumbuhan ekonomi di dua negara tersebut.

Perlu diingat, AS dan Tiongkok adalah dua negara dengan perekonomian terbesar di dunia. Pelambatan ekonomi dari dua negara ini tentu akan berimbas pada negara-negara partner dagang yang akhirnya akan menyebabkan pelambatan ekonomi global. Inilah yang sangat dikhawatirkan oleh para pelaku pasar keuangan dunia.

Tapi di dunia pasar keuangan, para pelaku pasar, atau sering disebut dengan trader, bisa mengambil keuntungan dari perang dagang ini, terutama di pasar forex, komoditi dan indeks saham. Situasi perang dagang bisa dijadikan acuan atau referensi untuk mengambil posisi trading yang menguntungkan.

Kuncinya adalah kekhawatiran. Kekhawatiran akan mendorong trader keluar dari aset berisiko dan masuk ke aset aman (safe haven). Dan sebaliknya, meredanya kekhawatiran akan menarik trader masuk ke aset berisiko dan keluar dari aset aman.

Apa saja yang disebut aset aman? Di pasar keuangan, aset-aset yang dikategorikan aset aman adalah Emas, US Dollar, Yen Jepang, Franc Swiss. Sedangkan di luar itu bisa dikategorikan aset berisiko seperti indeks saham, instrumen di pasar emerging termasuk rupiah, mata uang yang sering dikaitkan dengan komoditas seperti Dollar Australia, Dollar Kanada, dan Dollar New Zealand.

Jadi kalau isu perang dagang menghangat kembali, untuk bisa profit, trader bisa membuka posisi beli di XAU/USD (emas), menjual minyak mentah, membuka posisi jual di USD/JPY, EUR/JPY, GBP/JPY, AUD/JPY, AUD/USD, USD/CAD dan indeks saham. Rupiah pun akan melemah terhadap dollar AS bila AS dan Tiongkok tidak menemui titik temu untuk menyelesaikan soal dagangnya.

Dimana kita bisa trading instrumen-instrumen di atas? Kecuali rupiah, kita bisa melakukan trading dengan membuka akun trading di pialang bursa berjangka. Bursa berjangka ini adalah bursa yang memperdagangkan instrumen yang berdasarkan kontrak seperti kontrak Forex, Emas, Minyak Mentah, Indeks Saham, dll. Pemerintah Indonesia telah meregulasi perdagangan ini dan menempatkan Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (BAPPEBTI) sebagai regulator. BAPPEBTI ini di bawah nauangan kementrian perdagangan. Jadi bukan di bawah OJK ya.

Info lebih lanjut bisa mengecek www.bappebti.go.id

Info trading bisa dibaca di forexdiscovery.blogspot.com