Archive

Posts Tagged ‘ojk’

Mantap! Investasi Profit 20% Seminggu

June 10th, 2019 No comments

Baru-baru ini ada beberapa penawaran investasi atau trading yang memberikan iming-iming profit yang tinggi dalam 1 minggu, 6,5% – 22% per minggu oleh institusi yang mengaku bergerak di bidang investasi tetapi nyatanya tidak memiliki ijin dan terdaftar di otoritas seperti Otoritas Jasa Keuangan (OJK) atau Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti).

Tapi ini tidak menyurutkan masyarakat untuk menanamkan uangnya di perusahaan tersebut. Ini mungkin karena iming-iming dan jaminan pengembalian hasil investasi yang tinggi, Selain itu, penawaran yang dilakukan oleh teman sendiri mungkin tidak bisa ditolak. Performa profit yang dipublikasikan seakan menjadi bukti bahwa investasi itu memang menguntungkan. Buaian profit tinggi tanpa usaha dan tanpa risiko menjadi daya tarik.

Namun bulan madu tidak berlangsung lama. Berita-berita terbaru mengabarkan bahwa penawaran-penawaran tersebut adalah abal-abal alias penipuan. Uang yang ditanamkan tidak bisa ditarik, apalagi dengan profit yang sudah dijanjikan. Masyarakat yang berinvestasi sekali lagi gigit jari.

https://nasional.kontan.co.id/news/bappebti-guardian-capital-group-gcg-asia-tidak-miliki-izin-usaha

http://wartakota.tribunnews.com/2019/04/09/warga-bekasi-diminta-waspadai-investasi-bodong-gcg-asia-karena-tidak-terdaftar-di-indonesia

https://investasi.kontan.co.id/news/hingga-september-satgas-waspada-investasi-jaring-108-entitas-investasi-ilegal

 

Ada idiom yang lazim di investasi: “High Return, High Risk”, imbal hasil yang tinggi pasti dibarengi dengan risiko yang tinggi pula. Tidak ada investasi yang tanpa risiko. Risiko yang bisa dialami adalah risiko kerugian dengan berkurangnya sebagian modal investasi atau bisa juga kehilangan seluruh modal investasi entah karena rugi atau karena gagal bayar/ wanprestasi.

Contoh investasi yang “High Return, High Risk” seperti investasi saham, forex, reksadana saham, obligasi junk, dll.

Bisa juga berinvestasi membangun usaha/bisnis atau aktif bertransaksi di pasar keuangan seperti forex, komoditi, saham dengan membuka akun trading.

Contoh investasi yang “Low Return, Low Risk” seperti reksadana pasar uang, Surat Utang Negara (SUN)

Tentunya sebelum memulai melakukan investasi alias menanamkan modal, ada baiknya terlebih dahulu mempelajari seluk beluk investasi tersebut. Edukasi diri sendiri, googling semua informasi yang terkait, tanya kepada ahli yang profesional atau ke otoritas/regulator. Paling tidak, hal-hal tersebut akan menghindarkan kita dari penipuan/scamming.

Adapun soal kerugian investasi adalah masalah eksekusi di lapangan yang harus dipelajari lebih lanjut mengenai strategi berinvestasi atau trading dan bagaimana cara mengelola/meminimalisir risiko.

 

Ingin tahu lebih lanjut informasi mengenai trading di pasar keuangan khususnya Trading Forex: https://forexdiscovery.blogspot.com/2019/06/forex-trading-easy-way-to-earn-money.html

 

 

 

 

Investasi Tidak Ada Resiko?

July 12th, 2013 1 comment

Apa pernah anda ditawari untuk berinvestasi di suatu produk yang tidak ada resikonya? Apa pernah anda dijanjikan keuntungan yang pasti setiap bulannnya setelah anda mengeluarkan uang untuk berinvestasi?

Apabila anda pernah ditawari investasi yang demikian, apakah anda langsung mempercayainya?

Definisi investasi dari investopedia.com adalah suatu aset yang dibeli dengan harapan dapat menghasilkan pendapatan atau akan naik nilainya di masa yang akan datang. Kata harapan, saya garis bawahi. Harapan ini berarti suatu kemungkinan yang artinya bukanlah suatu yang pasti dan mengandung suatu resiko.

Jadi berinvestasi dengan tujuan mendapatkan penghasilan yang lebih juga mengandung suatu resiko. Tinggal bagaimana kita mengelola resiko sehingga tingkat resikonya menjadi kecil.

Penawaran investasi yang menjanjikan keuntungan yang besar tanpa menjelaskan adanya potensi resiko adalah penawaran investasi bodong yang kini marak di Indonesia. Ini pula topik yang dibahas dalam Executive Forum yang saya ikuti yang diadakan oleh salah satu media nasional bekerja sama dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Dari penjelasan OJK, modus yang biasa dilakukan dalam penawaran investasi bodong antara lain yaitu:

  • Memanfaatkan kondisi masyarakat yang ingin instan memperoleh kekayaan.
  • Menjanjikan keuntungan yang cukup tinggi.
  • Menawarkan produk investasi yang sedang diminati masyarakat.
  • Mengedepankan legalitas hanya berupa surat ijin usaha perdagangan (SIUP), padahal perusahaan yang menghimpun dana masyarakat harus memperoleh ijin khusus dari OJK, Bank Indonesia (BI), Bappebti (Badan Pengawas Perdagangan Berjangka dan Komoditi).
  • Mengedepankan tokoh-tokoh yang dikenal masyarakat luas.
  • Memasarkan dengan sistem referral (yang mengenalkan memperoleh komisi).

Untuk itu, OJK akan mengedepankan edukasi tentang investasi kepada masyarakat dan mengintensifkan Satgas Waspada Investasi.

Dengan edukasi, OJK berharap masyarakat dapat lebih melek investasi dan waspada dengan segala penawaran investasi. Dengan tingkat kesejahteraan masyarakat yang semakin membaik di Indonesia berkat pertumbuhan ekonomi yang cukup tinggi, masyarakat banyak yang membutuhkan produk-produk investasi untuk mengembangkan dana berlebih yang dimiliki. OJK akan mengintensifkan edukasi hingga ke pelosok-pelosok di Indonesia, bukan hanya di kota-kota besar.

Sebelum kita membeli suatu produk investasi ada beberapa hal yang harus kita perhatikan:

  • Legalitas dari produk investasi dan atau perusahaan yang mengeluarkan produk investasi tersebut. Ijin untuk mengeluarkan produk investasi di Indonesia dikeluarkan oleh OJK, BI, dan Bappebti, jadi bukan hanya SIUP saja.
  • Mekanisme investasi. Bagaimana proses investasi tersebut dijalankan sehingga bisa memperoleh keuntungan. Apakah masuk di akal? Apakah janji keuntungan dengan mekanisme tersebut masuk di akal? Apa benar tidak ada resikonya? Bagaimana investasi tersebut mengelola resikonya?

Masyarakat bisa menanyakan langsung ke OJK tentang penawaran investasi yang diperolehnya. Masyarakat juga bisa langsung mengadukan ke OJK bila mendapati produk investasi bodong. OJK telah membuka layanan call center (beroperasi pada jam kerja normal) di 500-655 atau ke email: konsumen@ojk.go.id. Setiap aduan akan langsung diproses oleh OJK dan masyarakat bisa mendapatkan jawabannya.