Archive

Posts Tagged ‘investasi’

Peluang Profit di Pasar Forex dan Komoditi (2)

November 7th, 2017 No comments

Untuk mulai mendapatkan peluang profit di pasar Forex dan Komoditi, tentunya kita harus memilih broker atau pialang untuk memulai bertransaksi.

Namun kita harus berhati-hati dalam memilih broker atau pialang karena banyak yang menawarkan peluang profit tapi malah menjadi investasi bodong.

5 hal penting yang perlu diperhatikan dalam memilih broker/pialang forex dan komoditi:

1. Memiliki ijin dari BAPPEBTI

Setiap perusahaan yang ingin menjadi pialang forex dan komoditi di Indonesia, harus mendapatkan persetujuan dari regulator resmi pemerintah yaitu BAPPEBTI (Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi). BAPPEBTI ini seperti OJK di industri berjangka Indonesia. Di Indonesia ada sekitar 60 pialang resmi yang terdaftar. Bisa dicek di link berikut:  https://bappebti.go.id/id/api/pialang/index.html

2. Menjadi anggota Bursa dan Kliring Berjangka.

Selain mendapatkan ijin dari regulator pemerintah, perusahaan pialang juga harus menjadi anggota bursa dan kliring berjangka. Di Indonesia ada 2 bursa dan 2 kliring berjangka, yaitu Bursa Berjangka Jakarta (http://jfx.co.id) dengan lembaga kliringnya KBI (https://www.ptkbi.com/) dan Bursa Komoditi Derivatif Indonesia (http://icdx.co.id) dengan lembaga kliringnya ICH. Pialang bisa menjadi anggota dari salah satu atau keduanya.

3. Tidak menawarkan profit yang pasti dan bombastis

Anda tentu sering mendengar penawaran profit yang besar seperti keuntungan pasti 20% per bulan jika mengikuti investasi forex X. Perlu diketahui bahwa di dunia investasi tidak ada keuntungan yang pasti. Setiap peluang profit, pasti ada potensi risiko. Dan regulator sudah menegaskan ke perusahaan pialang untuk tidak memberikan iming-iming janji profit yang pasti. Bila ada penawaran profit yang pasti, anda harus waspada.

4. Ada kantor fisik resmi di Indonesia.

Perusahaan pialang yang resmi di Indonesia pastinya memiliki kantor fisik yang resmi dimana setiap calon nasabah bisa mengunjungi kantor tersebut. Banyak perusahaan pialang asing yang belum mendapatkan ijin dari BAPPEBTI beroperasi di Indonesia lewat pemasaran online di internet. Ini yang harus diwaspadai karena perusahaan asing ini belum tentu menjalankan operasional transaksi yang aman untuk nasabahnya.

5. Memiliki Rekening Terpisah.

Setiap nasabah yang membuka akun di pialang berjangka resmi akan diminta menyetorkan dana tradingnya ke rekening terpisah perusahaan pialang. Rekening terpisah ini adalah rekening khusus yang telah mendapat persetujuan dari BAPPEBTI untuk menyimpan dana investasi nasabah yang diaudit oleh lembaga kliring berjangka secara berkala. Rekening terpisah ini tidak bisa digunakan untuk biaya operasional perusahaan pialang. Untuk mengecek nomor akun rekening terpisah bisa dilihat di link ini: https://bappebti.go.id/id/api/segacc.html

Lima hal di atas sudah bisa memagari anda dari janji manis investasi bodong dan anda sudah bisa nyaman bertransaksi forex dan komoditi untuk mendapatkan profit.

Informasi lanjut: www.mifx.com

 

Mewaspadai Penguatan Dollar AS

September 25th, 2014 No comments

Dollar AS mulai stabil menguat sejak awal semester ke-2 tahun ini seperti yang ditunjukan oleh penguatan indeks dollar AS (=USD). Indeks dollar AS (definisinya bisa dibaca di sini). Indeks dollar AS sudah membentuk kisaran tertinggi 2014 di 85.48 (25 September 2014). Ini juga merupakan level tertinggi sejak Juli 2010.

Indeks Dollar AS

Grafik Indeks Dollar AS; Sumber: Monex Trader

Kembalinya indeks dollar AS ke level tinggi ini karena ekspektasi pasar mulai membesar soal kenaikan suku bunga acuan Bank Sentral AS (Fed). Selain itu, Fed sudah merencanakan untuk menghentikan stimulus pada rapat moneter sekitar akhir Oktober ini. Jadi arah kebijakan moneter AS sudah berubah menuju ke pengetatan moneter.

Fed selalu mempertimbangkan data-data ekonomi AS sebelum mengambil keputusan untuk mengubah kebijakan moneter AS. Dengan data-data ekonomi AS yang semakin membaik belakangan ini, ekspektasi pasar terhadap kenaikan suku bunga acuan Fed semakin membesar. Biasanya nilai tukar suatu negara akan semakin menguat bila bank sentralnya menerapkan kebijakan pengetatan moneter.

Fed diekspektasikan akan menaikan suku bunga pada awal semester ke-2 2014. Namun kini mulai berkembang ekspektasi baru di pasar bahwa Fed mungkin menaikan suku bunga lebih cepat dari proyeksi sebelumnya. Semua memang baru spekulasi. Fed memang belum pernah memberikan jawaban yang pasti. Namun pasar meraba dari pernyataan-pernyataan yang dikeluarkan Fed maupun para petingginya.

Saat ini suku bunga acuan Fed yang dinamakan Federal Funds Rate berada di level 0-0,25%. Dan kalaupun dinaikan mungkin hanya sebesar 25 basis poin atau menjadi sebesar 0,5%. Meskipun kenaikan terbilang kecil, tapi ini sudah memberikan isyarat ke pasar bahwa ekonomi AS sudah pulih.

Di kuartal ke-4 nanti, momentum penguatan dollar AS mungkin masih terjaga bila data-data ekonomi AS yang akan dirilis selalu sesuai atau lebih bagus dari ekspektasi pasar, terutama data-data tenaga kerja, perumahan, manufaktur dan inflasi. Indikasi pengetatan yang mungkin dikeluarkan pada rapat moneter akhir Oktober nanti juga bakal menjaga momentum penguatan dollar AS hingga akhir tahun. (Jadwal rapat moneter bank sentral bisa dilihat di sini)

 

 

 

 

 

 

 

Ada Resiko, Ada Peluang

June 4th, 2014 No comments

Banyak orang yang bilang bertransaksi di pasar keuangan itu (bursa saham, bursa berjangka komoditi, forex) beresiko, uang bisa habis dalam waktu sekejap, tidak menguntungkan, dsb. Memang benar demikian, tapi dengan catatan. Dan, tidak bisa dipungkiri juga bahwa bertransaksi di pasar keuangan juga memberikan peluang keuntungan.

Ada resiko pasti ada peluang, sama seperti membuka suatu bisnis. Resiko tentu harus diperhitungkan, tapi juga tak lupa menyiapkan strategi untuk menghasilkan keuntungan. Sama seperti membuat bisnis, bertransaksi di pasar keuangan juga membutuhkan rencana dimana dalam rencana tersebut dimuat tujuan, strategi, target keuntungan, dan batas resiko yang harus diambil. Rencana ini penting sebagai panduan kita terutama apabila posisi kita tidak sesuai dengan arah harga di pasar keuangan.

Bila kita sudah salah posisi, apa yang harus kita lakukan. Apakah kita membiarkan saja nanti harga akan berbalik, apakah kita melakukan stop loss di harga yang kita sudah kalkulasi, atau yang lainnya. Bila kita membiarkan saja dengan suatu harapan, ini yang bisa membuat transaksi di pasar keuangan beresiko besar karena kita tidak bisa mengkalkulasi resiko. Lain halnya bila kita sudah memiliki rencana yang lengkap sebelum bertransaksi yang membuat resiko kita bisa terukur.

Untuk memperbesar peluang mendapatkan keuntungan dalam bertransaksi di pasar keuangan, selain mampu mengelola resiko, kita harus mempunyai strategi yang bagus. Strategi ini membantu kita menentukan kapan kita masuk ke pasar, kapan kita keluar dari pasar. Untuk membuat strategi yang bagus tentu kita harus banyak belajar, bisa dari buku, informasi dari internet atau trader yang sudah mahir. Sekilas kalau kita melihat mekanisme bertransaksi di pasar keuangan cukup mudah, tinggal tekan tombol buy atau sell. Tapi tentunya untuk mendapatkan keuntungan secara konsisten dibutuhkan lebih dari itu. Oelh karena itu, edukasi diri kita untuk mendapatkan keuntungan yang konsisten dari pasar keuangan.

 

Tapering Semakin Jelas

February 28th, 2014 No comments

Bank Sentral Amerika Serikat (Fed) mengalami pergantian pucuk pimpinan pada awal tahun ini. Janet Yellen sudah menjadi Gubernur Bank Sentral AS menggantikan Ben S. Bernanke yang tidak ingin dicalonkan kembali. Para pelaku pasar sempat bertanya-tanya bagaimana kebijakan Bank Sentral AS selanjutnya di tangan Yellen. Apakah akan ada perubahan yang drastis atau tidak.

Yellen selama ini dipandang sebagai orang yang berpihak pada pelonggaran moneter untuk membantu pemulihan ekonomi AS. Di saat Fed bersiap untuk mengganti arah kebijakan menjadi lebih ketat, para pelaku pasar meragukan Yellen akan mendukung kebijakan tersebut.

Namun dari testimoni pertama Yellen di hadapan komite keuangan parlemen AS yang pertama di masa jabatannya, Yellen tidak terindikasi akan melakukan perubahan yang drastis pada kebijakan moneter bank sentral. Yellen akan tetap mendukung arah kebijakan yang kini sedang dipersiapkan bank sentral.

Fed sedang mempersiapkan kebijakan exit atau keluar dari kebijakan stimulus dengan kebijakan tapering. Dan Yellen mendukung hal tersebut meskipun Yellen tetap memberikan penekanan bahwa apa yang dilakukan Fed saat ini bukanlah kebijakan pengetatan karena Fed masih menyuntikan stimulus meskipun dalam jumlah yang lebih sedikit. Fed pun belum akan menaikan suku bunga paling tidak hingga awal tahun 2015.

Para pelaku pasar tampaknya belum yakin kalau Fed akan melanjutkan kebijakan tapering pada rapat-rapat moneter –FOMC (Federal Open Market Committee) ke depannya. Ini terbukti dari pergerakan indeks dollar AS yang tertekan turun saat data-data ekonomi AS dirilis lebih buruk dari prediksi pasar. Pasar menganggap bahwa Fed akan menghentikan program tapering-nya bila data-data ekonomi AS memburuk. Anggapan tersebut tidak sepenuhnya salah. Fed memang masih mempertimbangkan angka-angka statistik perekonomian AS dalam pengambilan keputusannya terutama data tenaga kerja dan inflasi.

Pada rapat FOMC yang terakhir dipimpin oleh Bernanke, yakni pada akhir Januari 2014 lalu. Fed kembali memutuskan penerapan tapering dengan memotong pemberian stimulus sebesar $10 milyar lagi sehingga total pembelian aset untuk Bulan Februari sebesar $65 milyar. Dan pasar akan menantikan keputusan baru dari Fed pada pertengahan Maret nanti dimana kali ini Janet Yellen akan memimpin rapat FOMC untuk pertama kalinya. Pasar masih menantikan apakah tapering akan kembali diterapkan.

Dari notulen rapat (minutes) FOMC Bulan Januari 2014 yang dirilis ke publik terungkap kemungkinan besar Fed akan melanjutkan kebijakan tapering. Beberapa indikasi terlihat dari diskusi yang terjadi dalam rapat pengambilan keputusan tersebut yaitu di antaranya:

  1. Pasar tenaga kerja AS masih bergerak ke arah yang lebih baik meskipun Non-farm Payrolls pada Desember 2013 turun sangat jauh dari data bulan sebelumnya, 74 ribu vs 241 ribu. Penurunan ini terutama disebabkan cuaca dingin ekstrim yang berlangsung di AS.
  2. Tingkat inflasi masih rendah di bawah target Federal Reserve 2%. Namun inflasi bisa naik secara gradual dalam jangka menengah.
  3. Pertumbuhan ekonomi memang belum stabil namun para petinggi Fed melihat ekonomi AS masih akan bertumbuh secara moderat pada kuartal-kuartal yang akan datang.
  4. Volatilitas di beberapa emerging market baru-baru ini tidak berdampak signifikan terhadap outlook ekonomi AS ke depannya.
  5. Beberapa pejabat bank sentral terindikasi menginginkan tapering sebesar $10 milyar dilakukan dalam setiap rapat FOMC ke depannya.
  6. Sebagian kecil peserta membuka kemungkinan suku bunga acuan bank sentral dinaikan lebih cepat dari perkiraan sebelumnya. Bahkan ada satu anggota yang membuka kemungkinan suku bunga dinaikan sebelum pertengahan tahun ini.
US Inflation Rate Below 2% Fed's Target. Source: Tradingeconomics.com

US Inflation Rate Below 2% Fed’s Target. Source: Tradingeconomics.com

 

US Unemployment Rate Receding Near 6.5%. Sumber: Tradingeconomics.com

US Unemployment Rate Receding Near 6.5%. Sumber: Tradingeconomics.com

Optimisme Fed yang terekam pada notulen rapat FOMC membangun persepsi di pasar bahwa Fed akan melanjutkan program tapering hingga stimulus berakhir tahun ini. Setelah itu, Fed baru berkonsentrasi ke perubahan suku bunga yang baru mungkin terjadi di 2015. Yellen dalam testimoninya telah menegaskan bahwa Fed masih belum akan membicarakan soal kenaikan suku bunga saat ini. Meskipun tingkat pengangguran sudah menembus ke bawah angka 6,5% pun, suku bunga belum tentu akan dinaikan. Perekonomian AS masih membutuhkan kebijakan moneter yang longgar untuk mempertahankan pemulihan ekonominya.

Fed kemungkinan besar masih akan melanjutkan kebijakan tapering pada rapat FOMC di Bulan Maret ini. Besaran tapering pun kemungkinan tidak melebihi angka $10 milyar. Fed tidak akan tergesa-gesa menghentikan program stimulusnya karena belum melihat pemulihan ekonomi AS yang stabil. Walaupun persentase kemungkinan tapering pada rapat di Bulan Maret semakin besar, para pelaku pasar tentu tidak akan mengabaikan perkembangan data-data ekonomi AS yang akan dirilis sebelumnya karena Fed masih mempertimbangkan perkembangan data-data ekonomi AS dalam mengambil keputusan dan bisa mengubah keputusannya bila data-data yang dirilis jauh di bawah perkiraan.

Dengan tapering yang semakin jelas ini tentunya dampak dari keputusan ini ke pasar keuangan akan tidak terlalu besar karena pasar telah mengantisipasi hal tersebut. Yang akan berdampak besar yaitu bila Fed tidak jadi melakukan tapering atau jumlah tapering-nya hanya setengah dari biasanya. Apapun hasil Fed nanti, para pelaku pasar tentu akan bersiap dengan segala kemungkinan.

Twitter: @aristontjendra

www.monexnews.com

Bersiap Dengan Segala Kemungkinan

November 19th, 2013 No comments

Pada rapat bank sentral Indonesia pertengahan November lalu, di luar ekspektasi, Bank Indonesia menaikan suku bunga acuan – BI rate sebesar 25 basis poin menjadi 7,5%. Sebelumnya, bank sentral Eropa (ECB) mengeluarkan keputusan yang mengejutkan pasar dengan memangkas suku bunga acuan 25 basis poin menjadi 0,25%.

Kata kunci “di luar ekspektasi” ini yang seringkali terjadi dan menjadi market mover di pasar keuangan global . Desember nanti, pasar akan menantikan event penting yaitu hasil rapat kebijakan moneter bank sentral Amerika Serikat (FOMC meeting) dimana ekspektasi sebagian besar pasar adalah kemungkinan terjadinya tapering atau pemangkasan stimulus. Tapi seperti contoh di atas, kemungkinan terjadi sebaliknya juga besar.

Bank sentral AS pernah melakukannya pada rapat kebijakan moneter pada bulan September dimana sebagian besar analis dan ekonom memperkirakan tapering pertama bakal diputuskan pada rapat tersebut. Namun kenyataannya Fed malah berbuat sebaliknya dan menimbulkan riak di pasar.

Kejadian yang di luar dugaan ini sangat berpengaruh bagi pergerakan harga. Volatilitas harga akan naik tajam. Harga bisa mengalami penguatan ataupun pelemahan yang besar. Sesuatu yang di luar dugaan biasanya menimbulkan kepanikan di pasar sehingga terefleksikan pada harga dengan pergerakan yang cukup liar.

Gambar 1. Volatilitas EUR/USD-XAU/USD-Dow Futures September 2013

 Volatilitas Harga Sep 2013

Sumber: Monex Trader Platform- mifx.com

 

Dari gambar 1 di atas terlihat grafik volatilitas meninggi pada tanggal 18 September saat bank sentral AS mengumumkan kebijakan ‘No Tapering’ yang berlawanan dengan ekspektasi sebagian besar pasar saat itu. Harga bergerak dalam kisaran yang besar pasca pengumuman tersebut.

Volatilitas harga yang besar ini bisa memberikan peluang untuk mendapatkan keuntungan dari pasar dan bisa juga menjadi buah simalakama bagi trader yang tidak siap mengantisipasinya. Ketika data fundamental yang dirilis berlawanan dengan ekspektasi biasanya terjadi pembalikan arah harga yang cepat.

Gambar 2. Pergerakan Harga Emas Saat Rapat FOMC 18 Sep 2013

Xau 18 Sep 2013Sumber: Monex Trader Platform – mifx.com

Dari gambar 2 di atas terlihat pergerakan harga emas dalam tren penurunan sebelum keputusan rapat FOMC Bank Sentral AS tanggal 18 September 2013. Pergerakan turun ini diakibatkan oleh ekspektasi sebagian besar para pelaku pasar bahwa bank sentral AS akan melakukan tapering atau pengurangan stimulus yang pertama pada rapat tersebut. Dan arah pergerakan harga seketika berubah 180 derajat, dengan cepat harga melesat naik lebih dari $50 per troy ons, ketika rapat FOMC tersebut memutuskan bahwa tapering belum akan dijalankan saat itu. Kalau kita kalkulasi, pergerakan sebesar $50 per troy ons itu sama dengan $5000,- untuk 1 kontrak sebesar 100 troy ons. Pergerakan yang besar ini memberikan peluang untuk mendapatkan keuntungan. Namun sebaliknya juga bisa memberikan kerugian jika salah posisi dan tidak dikontrol resikonya.

Kita memang tidak punya kendali terhadap pergerakan harga pasar, tapi kita punya kendali terhadap posisi trading kita. Para pelaku pasar harus bersiap menghadapi segala kemungkinan, terutama kemungkinan yang terburuk. Sebelum masuk pasar, para trader tentunya harus sudah menghitung segala resikonya dan sudah tahu apa yang harus dilakukan bila kondisi pasar sudah tidak sejalan dengan proyeksi atau posisi masuknya. Ini yang dinamakan rencana trading (trading plan). Dalam rencana trading, selain perhitungan resiko, kita juga sudah mengkalkulasi target keuntungan.

Menjaga resiko sangat penting dalam dunia trading. Salah satu cara untuk menjaga resiko adalah dengan menempatkan stop loss setiap kali masuk posisi. Pelaku pasar juga bisa melakukan hal lainnya untuk menjaga resiko seperti dengan melakukan hedging atau mengunci posisi. Dan bisa juga membeli/menjual instrumen keuangan yang berbeda untuk menutupi resiko pada instrumen yang kini dipegang. Atau bisa juga mengganti posisi dengan posisi yang berlawanan yang sesuai dengan arah harga terkini.

Di bulan Desember ini, selain keputusan rapat FOMC bank sentral AS yang bisa berdampak besar bagi pergerakan harga di pasar keuangan, data-data ekonomi AS juga akan menjadi market mover penting bagi pasar. Karena ketidakpastian kebijakan tapering, para pelaku pasar mencoba menganalisa dan memproyeksikan kapan keputusan tapering ini akan dijalankan. Analisa dan proyeksi para pelaku pasar ini akan didasarkan pada hasil rilisan data-data ekonomi AS sehingga bila data-data tersebut lebih bagus dari prediksi, pasar akan berekspektasi tapering akan dilakukan dalam waktu dekat dan sebaliknya bila hasil data tersebut lebih buruk dari ekspektasi, pasar akan mengasumsikan tapering masih akan ditunda pada bulan mendatang. Dan pergerakan harga akan mengikuti ekspektasi atau sentimen yang berkembang di kalangan pelaku pasar. Oleh karena itu para trader dan investor harus bersiap menghadapi segala kemungkinan.

twitter: @aristontjendra

www.monexnews.com