Archive

Posts Tagged ‘investasi bodong’

Dahsyat! Rugi 17 M Karena Forex

June 24th, 2019 No comments

Belakangan ada artis, Kevin Aprilio, yang mengaku hampir bangkrut karena merugi 17 milyar rupiah karena investasi di industri Forex. Tapi apakah benar kehilangan uang yang sedemikian besar itu karena trading di Forex atau karena penipuan investasi forex dengan iming-iming profit lancar setiap bulan?

Hasil investigasi salah satu media pasar keuangan nasional menyimpulkan bahwa artis tersebut terkena penipuan iming-iming profit dengan menginvestasikan uangnya di forex.

https://www.cnbcindonesia.com/investment/20190621101646-21-79769/kevin-aprilio-terjerat-utang-forex-rp-17-m-rugi-atau-ditipu

Masyarakat perlu mengenal ciri-ciri investasi yang berpotensi penipuan. Daripada menyesal di kemudian hari, lebih baik menahan diri untuk tidak berinvestasi di aset yang ditawarkan dan penting untuk memberi waktu bagi diri sendiri untuk melakukan penelitian lebih dalam. Biasakan untuk tidak mudah tergiur atau percaya dengan tawaran investasi.

Berikut ciri-ciri investasi yang berpotensi penipuan:

1. Iming-iming hasil pasti setiap bulan.

Penipu biasanya memberikan iming-iming agar kita tergiur, tertarik dan memberikan uang kita untuk diinvestasikan. Dengan permainan kata-kata yang membujuk keluarlah angka profit 5%, 20%, 30% sebulan dan kepastian hasil dengan risiko yang kecil dan bahkan tidak ada risiko sama sekali. Memperoleh penghasilan tanpa usaha dan risiko tentunya sangat menggiurkan dan mungkin itu salah satu impian anda. Tapi jangan salah paham, setiap investasi selalu ada risiko.

2. Penawaran dengan menyertakan tokoh ternama, teman atau keluarga terdekat.

Banyak penawaran dengan membawa-bawa nama tokoh ternama sebagai referensi. Tokoh yang dibawa-bawa ini memberikan kesan bahwa investasi tersebut terpercaya dan memang benar menghasilkan sesuai dengan janji. Apalagi ditambah dengan menyebutkan teman atau keluarga dekat yang sudah ikut dan sudah pernah mendapatkan hasil profit dari investasi yang dijanjikan. Korban penipuan akan semakin percaya dan semakin tergoda untuk ikut.

3. Perusahaan investasi tidak ada ijin dari OJK atau Bappebti.

Setiap perusahaan investasi yang mengumpulkan dana masyarakat untuk dikelola harus mendapatkan ijin dari otoritas pengawas yaitu Otoritas Jasa Keuangan (atau disebut OJK) yang mengawasi perbankan, asuransi, manajer investasi, industri saham, multi-finance dan Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (atau disebut Bappebti) yang mengawasi perdagangan forex, emas, komoditi.

website OJK: www.ojk.go.id , Call Center: 157

website Bappebti: www.bappebti.go.id, telpon: 021 31924744

Anda perlu secara aktif menanyakan ijin perusahaan investasi dengan menghubungi lembaga otoritas tersebut dan mencari review informasinya di internet.

Jadi…….. Anda harus berhati-hati dengan setiap penawaran investasi, selalu pelajari dan cek keabsahannya terlebih dahulu, dan tidak menginvestasikan dana yang memang Anda perlukan untuk kebutuhan lainnya.

 

Investasi Tidak Ada Resiko?

July 12th, 2013 1 comment

Apa pernah anda ditawari untuk berinvestasi di suatu produk yang tidak ada resikonya? Apa pernah anda dijanjikan keuntungan yang pasti setiap bulannnya setelah anda mengeluarkan uang untuk berinvestasi?

Apabila anda pernah ditawari investasi yang demikian, apakah anda langsung mempercayainya?

Definisi investasi dari investopedia.com adalah suatu aset yang dibeli dengan harapan dapat menghasilkan pendapatan atau akan naik nilainya di masa yang akan datang. Kata harapan, saya garis bawahi. Harapan ini berarti suatu kemungkinan yang artinya bukanlah suatu yang pasti dan mengandung suatu resiko.

Jadi berinvestasi dengan tujuan mendapatkan penghasilan yang lebih juga mengandung suatu resiko. Tinggal bagaimana kita mengelola resiko sehingga tingkat resikonya menjadi kecil.

Penawaran investasi yang menjanjikan keuntungan yang besar tanpa menjelaskan adanya potensi resiko adalah penawaran investasi bodong yang kini marak di Indonesia. Ini pula topik yang dibahas dalam Executive Forum yang saya ikuti yang diadakan oleh salah satu media nasional bekerja sama dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Dari penjelasan OJK, modus yang biasa dilakukan dalam penawaran investasi bodong antara lain yaitu:

  • Memanfaatkan kondisi masyarakat yang ingin instan memperoleh kekayaan.
  • Menjanjikan keuntungan yang cukup tinggi.
  • Menawarkan produk investasi yang sedang diminati masyarakat.
  • Mengedepankan legalitas hanya berupa surat ijin usaha perdagangan (SIUP), padahal perusahaan yang menghimpun dana masyarakat harus memperoleh ijin khusus dari OJK, Bank Indonesia (BI), Bappebti (Badan Pengawas Perdagangan Berjangka dan Komoditi).
  • Mengedepankan tokoh-tokoh yang dikenal masyarakat luas.
  • Memasarkan dengan sistem referral (yang mengenalkan memperoleh komisi).

Untuk itu, OJK akan mengedepankan edukasi tentang investasi kepada masyarakat dan mengintensifkan Satgas Waspada Investasi.

Dengan edukasi, OJK berharap masyarakat dapat lebih melek investasi dan waspada dengan segala penawaran investasi. Dengan tingkat kesejahteraan masyarakat yang semakin membaik di Indonesia berkat pertumbuhan ekonomi yang cukup tinggi, masyarakat banyak yang membutuhkan produk-produk investasi untuk mengembangkan dana berlebih yang dimiliki. OJK akan mengintensifkan edukasi hingga ke pelosok-pelosok di Indonesia, bukan hanya di kota-kota besar.

Sebelum kita membeli suatu produk investasi ada beberapa hal yang harus kita perhatikan:

  • Legalitas dari produk investasi dan atau perusahaan yang mengeluarkan produk investasi tersebut. Ijin untuk mengeluarkan produk investasi di Indonesia dikeluarkan oleh OJK, BI, dan Bappebti, jadi bukan hanya SIUP saja.
  • Mekanisme investasi. Bagaimana proses investasi tersebut dijalankan sehingga bisa memperoleh keuntungan. Apakah masuk di akal? Apakah janji keuntungan dengan mekanisme tersebut masuk di akal? Apa benar tidak ada resikonya? Bagaimana investasi tersebut mengelola resikonya?

Masyarakat bisa menanyakan langsung ke OJK tentang penawaran investasi yang diperolehnya. Masyarakat juga bisa langsung mengadukan ke OJK bila mendapati produk investasi bodong. OJK telah membuka layanan call center (beroperasi pada jam kerja normal) di 500-655 atau ke email: konsumen@ojk.go.id. Setiap aduan akan langsung diproses oleh OJK dan masyarakat bisa mendapatkan jawabannya.