Archive

Posts Tagged ‘euro’

Bersiap Dengan Segala Kemungkinan

November 19th, 2013 No comments

Pada rapat bank sentral Indonesia pertengahan November lalu, di luar ekspektasi, Bank Indonesia menaikan suku bunga acuan – BI rate sebesar 25 basis poin menjadi 7,5%. Sebelumnya, bank sentral Eropa (ECB) mengeluarkan keputusan yang mengejutkan pasar dengan memangkas suku bunga acuan 25 basis poin menjadi 0,25%.

Kata kunci “di luar ekspektasi” ini yang seringkali terjadi dan menjadi market mover di pasar keuangan global . Desember nanti, pasar akan menantikan event penting yaitu hasil rapat kebijakan moneter bank sentral Amerika Serikat (FOMC meeting) dimana ekspektasi sebagian besar pasar adalah kemungkinan terjadinya tapering atau pemangkasan stimulus. Tapi seperti contoh di atas, kemungkinan terjadi sebaliknya juga besar.

Bank sentral AS pernah melakukannya pada rapat kebijakan moneter pada bulan September dimana sebagian besar analis dan ekonom memperkirakan tapering pertama bakal diputuskan pada rapat tersebut. Namun kenyataannya Fed malah berbuat sebaliknya dan menimbulkan riak di pasar.

Kejadian yang di luar dugaan ini sangat berpengaruh bagi pergerakan harga. Volatilitas harga akan naik tajam. Harga bisa mengalami penguatan ataupun pelemahan yang besar. Sesuatu yang di luar dugaan biasanya menimbulkan kepanikan di pasar sehingga terefleksikan pada harga dengan pergerakan yang cukup liar.

Gambar 1. Volatilitas EUR/USD-XAU/USD-Dow Futures September 2013

 Volatilitas Harga Sep 2013

Sumber: Monex Trader Platform- mifx.com

 

Dari gambar 1 di atas terlihat grafik volatilitas meninggi pada tanggal 18 September saat bank sentral AS mengumumkan kebijakan ‘No Tapering’ yang berlawanan dengan ekspektasi sebagian besar pasar saat itu. Harga bergerak dalam kisaran yang besar pasca pengumuman tersebut.

Volatilitas harga yang besar ini bisa memberikan peluang untuk mendapatkan keuntungan dari pasar dan bisa juga menjadi buah simalakama bagi trader yang tidak siap mengantisipasinya. Ketika data fundamental yang dirilis berlawanan dengan ekspektasi biasanya terjadi pembalikan arah harga yang cepat.

Gambar 2. Pergerakan Harga Emas Saat Rapat FOMC 18 Sep 2013

Xau 18 Sep 2013Sumber: Monex Trader Platform – mifx.com

Dari gambar 2 di atas terlihat pergerakan harga emas dalam tren penurunan sebelum keputusan rapat FOMC Bank Sentral AS tanggal 18 September 2013. Pergerakan turun ini diakibatkan oleh ekspektasi sebagian besar para pelaku pasar bahwa bank sentral AS akan melakukan tapering atau pengurangan stimulus yang pertama pada rapat tersebut. Dan arah pergerakan harga seketika berubah 180 derajat, dengan cepat harga melesat naik lebih dari $50 per troy ons, ketika rapat FOMC tersebut memutuskan bahwa tapering belum akan dijalankan saat itu. Kalau kita kalkulasi, pergerakan sebesar $50 per troy ons itu sama dengan $5000,- untuk 1 kontrak sebesar 100 troy ons. Pergerakan yang besar ini memberikan peluang untuk mendapatkan keuntungan. Namun sebaliknya juga bisa memberikan kerugian jika salah posisi dan tidak dikontrol resikonya.

Kita memang tidak punya kendali terhadap pergerakan harga pasar, tapi kita punya kendali terhadap posisi trading kita. Para pelaku pasar harus bersiap menghadapi segala kemungkinan, terutama kemungkinan yang terburuk. Sebelum masuk pasar, para trader tentunya harus sudah menghitung segala resikonya dan sudah tahu apa yang harus dilakukan bila kondisi pasar sudah tidak sejalan dengan proyeksi atau posisi masuknya. Ini yang dinamakan rencana trading (trading plan). Dalam rencana trading, selain perhitungan resiko, kita juga sudah mengkalkulasi target keuntungan.

Menjaga resiko sangat penting dalam dunia trading. Salah satu cara untuk menjaga resiko adalah dengan menempatkan stop loss setiap kali masuk posisi. Pelaku pasar juga bisa melakukan hal lainnya untuk menjaga resiko seperti dengan melakukan hedging atau mengunci posisi. Dan bisa juga membeli/menjual instrumen keuangan yang berbeda untuk menutupi resiko pada instrumen yang kini dipegang. Atau bisa juga mengganti posisi dengan posisi yang berlawanan yang sesuai dengan arah harga terkini.

Di bulan Desember ini, selain keputusan rapat FOMC bank sentral AS yang bisa berdampak besar bagi pergerakan harga di pasar keuangan, data-data ekonomi AS juga akan menjadi market mover penting bagi pasar. Karena ketidakpastian kebijakan tapering, para pelaku pasar mencoba menganalisa dan memproyeksikan kapan keputusan tapering ini akan dijalankan. Analisa dan proyeksi para pelaku pasar ini akan didasarkan pada hasil rilisan data-data ekonomi AS sehingga bila data-data tersebut lebih bagus dari prediksi, pasar akan berekspektasi tapering akan dilakukan dalam waktu dekat dan sebaliknya bila hasil data tersebut lebih buruk dari ekspektasi, pasar akan mengasumsikan tapering masih akan ditunda pada bulan mendatang. Dan pergerakan harga akan mengikuti ekspektasi atau sentimen yang berkembang di kalangan pelaku pasar. Oleh karena itu para trader dan investor harus bersiap menghadapi segala kemungkinan.

twitter: @aristontjendra

www.monexnews.com

Fiscal Cliff, Market Mover di Akhir Tahun

December 1st, 2012 2 comments

Mendekati akhir tahun ini, isu Fiscal Cliff Amerika Serikat terus bergema di pasar keuangan. Para pelaku pasar mengkhawatirkan terjadinya fiscal cliff. Kekhawatiran ini yang bisa membuat harga-harga instrumen yang beresiko  berguguran, seperti yang terlihat belakangan ini. Saat negosiasi mengenai fiscal cliff antara pihak Demokrat dan Republik menemui jalan buntu, indeks saham rontok, harga komoditi berguguran.

Sebenarnya alotnya negosiasi mengenai fiscal cliff sudah bisa diprediksi sejak awal tahun. Ini karena Demokrat dan Republik memiliki kekuatan yang berimbang di parlemen. Meskipun Demokrat memegang kekuasaan eksekutif namun segala keputusan mengenai kebijakan fiskal harus mendapatkan persetujuan dari parlemen. Parlemen Amerika Serikat menganut sistem bicameral yaitu House of Representative atau bisa disebut DPR dan Senat. DPR AS dikuasai oleh mayoritas anggota Partai Republik sementara Senat dikuasai oleh mayoritas Partai Demokrat. Setiap rancangan kebijakan harus dibahas dulu di DPR. Setelah mendapatkan persetujuan baru dilanjutkan ke Senat.

Bisa dibayangkan akan terjadi tarik ulur yang kuat antara dua partai ini. Republik yang bertindak sebagai oposisi, dari sisi politik, tentu saja tidak ingin menggolkan begitu saja setiap rencana kebijakan dari eksekutif yang dinahkodai oleh Presiden dari Demokrat. Bila rancangan kebijakan ini diblok di DPR yang dikuasai Republik, maka rancangan tersebut tidak bisa dilanjutkan ke Senat dan akhirnya tidak bisa menjadi kebijakan pemerintah. Negosiasi yang alot ini menjadi kekhawatiran banyak pihak bahwa fiscal cliff ini tidak bisa diselesaikan tepat waktu yakni sebelum akhir tahun 2012.

Bagaimana bila fiscal cliff tidak terselesaikan? Hal ini akan memicu berlakunya secara otomatis regulasi yang mengharuskan tidak adanya perpanjangan pemotongan pajak yang meliputi pajak penghasilan, investasi, dll yang diatur pada jaman Presiden George W Bush. Selain itu tunjangan pengangguran juga tidak akan diperpanjang. Anggaran belanja juga akan dipangkas secara masif pada Januari 2013. Dan menurut Kantor Anggaran Kongres, kombinasi dari kenaikan pajak dan pemangkasan belanja akan menarik keluar stimulus sebesar lebih dari $500 milyar dari perekonomian AS dalam 9 bulan pertama di 2013. Ini akan membawa AS masuk dalam resesi di tahun depan karena pertumbuhan GDP akan minus.

Sumber: US Congressional Budget Office

Sumber: US Congressional Budget Office

Resesi di Amerika Serikat yang notabene adalah negara dengan perekonomian terbesar dunia tentu saja akan mempengaruhi perekonomian global. Pelemahan ekonomi bisa menular ke seluruh dunia. Apalagi bukan hanya AS yang resesi tapi kawasan Eropa yang juga mengalami resesi ekonomi. Ekspansi bisnis yang direncanakan pada akhir tahun lalu oleh perusahaan-perusahaan AS akan urung dilaksanakan karena kenaikan pajak dan proyeksi penurunan permintaan. Bisnis menyurut akan menyebabkan tingginya tingkat pengangguran dan merembet ke indikator kesehatan ekonomi lainnya.

Pada Bulan Desember ini, negosiasi akan terus berlangsung dengan deadline yang kian dekat. Pihak Demokrat menginginkan tidak adanya kenaikan pajak bagi warga negara yang berpenghasilan di bawah $250.000 dan menaikan pajak penghasilan untuk warga yang berpenghasilan di atas $250 ribu. Sementara Partai Republik menolak usulan itu, mereka menginginkan agar seluruh warga negara tidak mengalami kenaikan tanpa terkecuali dan memangkas belanja untuk program kesehatan medicare yang dirancang Obama. Negosiasi diperkirakan masih akan terus berlangsung hingga mendekati batas waktu di akhir tahun ini.

Oleh karena itu, isu fiscal cliff ini akan menjadi fokus dan motor penggerak utama pasar keuangan di bulan Desember ini. Sentimen risk appetite atau minat terhadap resiko akan didukung oleh negosiasi yang berhasil sementara sentimen risk aversion atau alih resiko akan diprovokasi oleh negosiasi yang menemui jalan buntu.