Archive

Posts Tagged ‘Emas’

Pergerakan Harga Emas di Awal 2015

December 31st, 2014 2 comments

Harga emas masih dibayangi tekanan turun sepanjang 2014. Harga emas ditutup di kisaran $1209.39 per troy ons di 2013 dan di awal 2014 sempat menguat hingga ke area 1391.97 yang terjadi pada bulan Maret. Namun tekanan naik tidak bertahan lama, harga kembali tertekan dan bergerak sideways. Pada bulan September, harga akhirnya berhasil menembus ke bawah area penutupan 2013 dan membentuk level terendah di area 1130.10 pada bulan November. Level terendah ini adalah kisaran terendah sejak April 2010.

Beberapa faktor fundamental yang membuat harga emas belum bisa beranjak dari tekanan turunnya yaitu penguatan dollar AS karena prospek kenaikan suku bunga acuan Bank Sentral AS di 2015 dan pelambatan ekonomi China dimana China merupakan salah satu konsumen emas terbesar dunia.

Dan faktor-faktor fundamental tersebut masih belum akan berakhir terutama di awal tahun 2015. Pasar masih menantikan kenaikan suku bunga acuan AS yang kemungkinan akan terjadi di awal semester ke-2 2015 dan mungkin akan dilanjutkan dengan serangkaian kenaikan suku bunga lagi hingga akhir tahun. Sementara perekonomian China di 2015, banyak diprediksi oleh berbagai analis bahwa ekonomi China akan tumbuh di bawah pertumbuhan 2014 sekitar 7,0-7,1%.

Selain itu ada isu bahwa Bank Sentral Rusia kemungkinan akan menjual sebagian cadangan emasnya untuk mencegah dan membantu penguatan kembali nilai tukar Rubel terhadap dollar AS. Rencana penjualan ini memang baru sebatas isu atau rumor namun sudah bisa memberikan sentimen negatif ke harga emas.

Berdasarkan data permintaan emas yang dilaporkan oleh World Gold Council, harga emas memang sudah sewajarnya masih tertekan. Total permintaan kuartal pertama hingga kuartal ketiga 2014 di bawah total permintaan kuartal pertama hingga kuartal ketiga 2013. Permintaan Q1-Q3 2014 turun sebesar 5,63% dibandingkan permintaan Q1-Q3 2013. Total permintaan Q1-Q3 2014 sebesar 2963,5 ton sementara total permintaan Q1-Q3 2013 sebesar 3140,2 ton.

Grafik Bulanan Harga Emas

Grafik Bulanan Harga Emas — Sumber: Monex Trader

Bila kita menilik grafik harga emas bulanan, harga masih terlihat tertekan di bawah Moving Average (MA) 20. Indikasi tekanan turun juga ditunjukkan oleh indikator RSI (14) yang masih berada di bawah angka 50 atau di kisaran 40. Demikian pula indikator Stochastics dan MACD yang masih membuka peluang tekanan turun.

Namun demikian, divergensi yang terlihat pada indikator RSI terhadap harga dimana RSI terlihat terangkat naik sementara harga terlihat turun, membuka peluang harga kemungkinan akan mencapai level rendah dan kembali rebound.

Harga berpeluang menguji kembali level rendah 1130. Pergerakan di bawah 1130, membuka peluang pelemahan lanjutan ke kisaran 1075-1045. Sementara penguatan kemungkinan terbatas di kisaran 1257-1290. Pergerakan di atas kisaran tersebut, membuka peluang penguatan kembali ke area 1390.

Twitter: @aristontjendra

www.monexnews.com

Mewaspadai Penguatan Dollar AS

September 25th, 2014 No comments

Dollar AS mulai stabil menguat sejak awal semester ke-2 tahun ini seperti yang ditunjukan oleh penguatan indeks dollar AS (=USD). Indeks dollar AS (definisinya bisa dibaca di sini). Indeks dollar AS sudah membentuk kisaran tertinggi 2014 di 85.48 (25 September 2014). Ini juga merupakan level tertinggi sejak Juli 2010.

Indeks Dollar AS

Grafik Indeks Dollar AS; Sumber: Monex Trader

Kembalinya indeks dollar AS ke level tinggi ini karena ekspektasi pasar mulai membesar soal kenaikan suku bunga acuan Bank Sentral AS (Fed). Selain itu, Fed sudah merencanakan untuk menghentikan stimulus pada rapat moneter sekitar akhir Oktober ini. Jadi arah kebijakan moneter AS sudah berubah menuju ke pengetatan moneter.

Fed selalu mempertimbangkan data-data ekonomi AS sebelum mengambil keputusan untuk mengubah kebijakan moneter AS. Dengan data-data ekonomi AS yang semakin membaik belakangan ini, ekspektasi pasar terhadap kenaikan suku bunga acuan Fed semakin membesar. Biasanya nilai tukar suatu negara akan semakin menguat bila bank sentralnya menerapkan kebijakan pengetatan moneter.

Fed diekspektasikan akan menaikan suku bunga pada awal semester ke-2 2014. Namun kini mulai berkembang ekspektasi baru di pasar bahwa Fed mungkin menaikan suku bunga lebih cepat dari proyeksi sebelumnya. Semua memang baru spekulasi. Fed memang belum pernah memberikan jawaban yang pasti. Namun pasar meraba dari pernyataan-pernyataan yang dikeluarkan Fed maupun para petingginya.

Saat ini suku bunga acuan Fed yang dinamakan Federal Funds Rate berada di level 0-0,25%. Dan kalaupun dinaikan mungkin hanya sebesar 25 basis poin atau menjadi sebesar 0,5%. Meskipun kenaikan terbilang kecil, tapi ini sudah memberikan isyarat ke pasar bahwa ekonomi AS sudah pulih.

Di kuartal ke-4 nanti, momentum penguatan dollar AS mungkin masih terjaga bila data-data ekonomi AS yang akan dirilis selalu sesuai atau lebih bagus dari ekspektasi pasar, terutama data-data tenaga kerja, perumahan, manufaktur dan inflasi. Indikasi pengetatan yang mungkin dikeluarkan pada rapat moneter akhir Oktober nanti juga bakal menjaga momentum penguatan dollar AS hingga akhir tahun. (Jadwal rapat moneter bank sentral bisa dilihat di sini)

 

 

 

 

 

 

 

Prospek Harga Emas Di Kuartal Ke-2 2014

April 2nd, 2014 No comments

Pada pertengahan Maret 2014 menjelang hasil keputusan rapat moneter Bank Sentral Amerika Serikat (AS), harga emas berangsur turun dari puncak tertinggi 2014 di dekat $1392 per troy ons hingga mencapai $1277 per troy ons awal April lalu.

Bulan Pembukaan Tertingggi Terendah Penutupan %Penutupan
Desember 2013 1250.03 1267.75 1182.33 1209.39  
Januari 2014 1209.52 1279.10 1209.52 1245.05

2.95%

Februari 2014 1242.55 1345.28 1240.74 1323.66

6.31%

Maret 2014 1333.62 1391.97 1282.27 1283.65

-3.02%

Sumber: www.mifx.com, harga dalam satuan USD per troy ons

Dibandingkan harga penutupan 2013, harga emas pernah mencapai kenaikan sebesar 15,1%. Namun di akhir Maret 2014, persentase kenaikan ini menciut menjadi hanya sebesar 6,14%.

Beberapa faktor penting yang menekan turun harga emas yaitu:

  • Prospek kebijakan pengetatan moneter AS yang bisa datang lebih cepat. Dalam konferensi press pasca pengumuman keputusan, Janet Yellen (Gubernur Bank Sentral AS) mengeluarkan pernyataan kenaikan suku bunga mungkin bisa terjadi enam bulan setelah program stimulus berakhir. Pejabat bank sentral lainnya, Charles Plosser (Presiden Federal Reserve cabang Philadelphia), memproyeksikan bahwa suku bunga acuan Fed akan berada di 3% pada tahun 2015 dan 4% di 2016.
  • Isu pelambatan ekonomi China. Isu ini memunculkan asumsi di pasar bahwa permintaan emas fisik dari China bisa berkurang.
  • Masuknya sentimen risk appetite (minat terhadap resiko) didorong oleh membaiknya data-data ekonomi AS dan Eropa serta penegasan Janet Yellen bahwa bank sentral masih mendukung pelonggaran moneter.

Faktor-faktor penekan di atas masih akan membayangi pergerakan harga emas di kuartal ke-2 ini. Sementara faktor yang bisa mengangkat harga emas kembali adalah:

  • China benar-benar akan merilis program stimulus untuk memulihkan kembali perekonomiannya yang melambat.
  • Konflik antara AS dan Eropa dengan Rusia kembali memanas dan memburuk.
  • Pembelian emas fisik dari China yang biasanya muncul ketika harga emas dianggap sudah rendah.
  • India mengurangi atau bahkan menghilangkan pajak impor emasnya.
  • Bank Sentral Jepang dan Eropa melakukan pelonggaran moneter kembali.

Melihat faktor-faktor di atas, memang penguatan harga emas akan terganjal. Bila kita melihat grafik, harga emas berada dalam rentang support 1156-1182 dan resisten 1392-1420. Faktor-faktor penekan harga emas tersebut berpeluang membawa harga tetap di bawah kisaran resisten 1392-1433. Sementara faktor pengangkat harga emas akan menahan harga tidak jatuh ke bawah support 1155-1182. Memang terlihat harga emas membentuk harga tinggi (1392) yang lebih rendah dari harga tinggi yang terbentuk pada Bulan Agustus 2013 (1433) yang bisa mengindikasikan harga emas masih dalam tekanan turun, namun support di kisaran 1156-1182 juga kelihatan cukup kuat untuk menahan penurunan harga emas paling tidak di kuartal ke-2 ini.

Grafik Harga Emas - Timeframe Bulanan -Hingga Akhir Kuartal Ke-1 2014

Grafik Harga Emas – Timeframe Bulanan -Hingga Akhir Kuartal Ke-1 2014

Sumber: Monex Trader MT4 Platform

Twitter: @aristontjendra

www.monexnews.com

Faktor Penggerak Pasar Keuangan Di 2014

December 20th, 2013 1 comment

Tahun 2014 sudah di depan mata. Dan tahun 2013 ini menyisakan sentimen-sentimen yang bisa menjadi faktor yang mempengaruhi pergerakan harga di pasar keuangan tahun depan antara lain:

  1. Perbedaan arah kebijakan moneter bank-bank sentral berpengaruh dunia di mana sebelum tahun 2013, para bankir di bank-bank sentral dunia sepakat dengan pelonggaran moneter dengan pemangkasan suku bunga dan penggelontoran stimulus. Kini beberapa bank sentral seperti AS, Inggris, New Zealand, China mulai mewacanakan pengetatan moneter. Sementara bank sentral seperti zona euro, Jepang, Australia, Kanada masih mewacanakan pelonggaran moneter.
  2. Pemulihan ekonomi negara-negara maju dan pelemahan ekonomi negara-negara berkembang meski pertumbuhannya masih melebihi perekonomian negara maju. Negara maju seperti AS, Eropa, Inggris, Jepang yang sempat terkena imbas krisis 2008 kini mulai terlihat bertumbuh dan ini bisa menjadi daya tarik para pemodal untuk berinvestasi pada instrumen yang berkaitan dengan negara maju tersebut.
  3. Stabilitas ekonomi global. Banyak ekonom yang melihat ekonomi global akan stabil di 2014 dan ini bisa mengundang masuknya sentimen minat terhadap resiko atau risk appetite sehingga para investor lebih berani masuk ke sektor atau instrumen yang lebih beresiko namun memberikan imbal hasil yang lebih tinggi dibandingkan aset aman.

Dengan faktor yang bisa mempengaruhi pergerakan pasar keuangan di atas, harga emas di 2014 kemungkinan akan cenderung sideways dan turun. Harga bisa kembali mengalami tekanan turun lagi.

Proyeksi Harga Emas 2014

Proyeksi Harga Emas 2014

Sumber grafik: Thomson Reuters

Bila menilik dari indikator teknikal yaitu MACD (12, 26, 9) dan indikator Stochastics (14, 3, 3) di grafik bulanan, keduanya masih menunjukkan adanya tekanan turun bagi harga emas. Harga berpotensi menyentuh angka $ 1050 per troy ons (sekitar level terendah tahun 2010) dan ini mungkin bisa terjadi pada semester pertama 2014. Sementara tekanan turun bisa berkurang jika harga malah berhasil kembali ke atas $1370 per troy ons.

Bersiap Dengan Segala Kemungkinan

November 19th, 2013 No comments

Pada rapat bank sentral Indonesia pertengahan November lalu, di luar ekspektasi, Bank Indonesia menaikan suku bunga acuan – BI rate sebesar 25 basis poin menjadi 7,5%. Sebelumnya, bank sentral Eropa (ECB) mengeluarkan keputusan yang mengejutkan pasar dengan memangkas suku bunga acuan 25 basis poin menjadi 0,25%.

Kata kunci “di luar ekspektasi” ini yang seringkali terjadi dan menjadi market mover di pasar keuangan global . Desember nanti, pasar akan menantikan event penting yaitu hasil rapat kebijakan moneter bank sentral Amerika Serikat (FOMC meeting) dimana ekspektasi sebagian besar pasar adalah kemungkinan terjadinya tapering atau pemangkasan stimulus. Tapi seperti contoh di atas, kemungkinan terjadi sebaliknya juga besar.

Bank sentral AS pernah melakukannya pada rapat kebijakan moneter pada bulan September dimana sebagian besar analis dan ekonom memperkirakan tapering pertama bakal diputuskan pada rapat tersebut. Namun kenyataannya Fed malah berbuat sebaliknya dan menimbulkan riak di pasar.

Kejadian yang di luar dugaan ini sangat berpengaruh bagi pergerakan harga. Volatilitas harga akan naik tajam. Harga bisa mengalami penguatan ataupun pelemahan yang besar. Sesuatu yang di luar dugaan biasanya menimbulkan kepanikan di pasar sehingga terefleksikan pada harga dengan pergerakan yang cukup liar.

Gambar 1. Volatilitas EUR/USD-XAU/USD-Dow Futures September 2013

 Volatilitas Harga Sep 2013

Sumber: Monex Trader Platform- mifx.com

 

Dari gambar 1 di atas terlihat grafik volatilitas meninggi pada tanggal 18 September saat bank sentral AS mengumumkan kebijakan ‘No Tapering’ yang berlawanan dengan ekspektasi sebagian besar pasar saat itu. Harga bergerak dalam kisaran yang besar pasca pengumuman tersebut.

Volatilitas harga yang besar ini bisa memberikan peluang untuk mendapatkan keuntungan dari pasar dan bisa juga menjadi buah simalakama bagi trader yang tidak siap mengantisipasinya. Ketika data fundamental yang dirilis berlawanan dengan ekspektasi biasanya terjadi pembalikan arah harga yang cepat.

Gambar 2. Pergerakan Harga Emas Saat Rapat FOMC 18 Sep 2013

Xau 18 Sep 2013Sumber: Monex Trader Platform – mifx.com

Dari gambar 2 di atas terlihat pergerakan harga emas dalam tren penurunan sebelum keputusan rapat FOMC Bank Sentral AS tanggal 18 September 2013. Pergerakan turun ini diakibatkan oleh ekspektasi sebagian besar para pelaku pasar bahwa bank sentral AS akan melakukan tapering atau pengurangan stimulus yang pertama pada rapat tersebut. Dan arah pergerakan harga seketika berubah 180 derajat, dengan cepat harga melesat naik lebih dari $50 per troy ons, ketika rapat FOMC tersebut memutuskan bahwa tapering belum akan dijalankan saat itu. Kalau kita kalkulasi, pergerakan sebesar $50 per troy ons itu sama dengan $5000,- untuk 1 kontrak sebesar 100 troy ons. Pergerakan yang besar ini memberikan peluang untuk mendapatkan keuntungan. Namun sebaliknya juga bisa memberikan kerugian jika salah posisi dan tidak dikontrol resikonya.

Kita memang tidak punya kendali terhadap pergerakan harga pasar, tapi kita punya kendali terhadap posisi trading kita. Para pelaku pasar harus bersiap menghadapi segala kemungkinan, terutama kemungkinan yang terburuk. Sebelum masuk pasar, para trader tentunya harus sudah menghitung segala resikonya dan sudah tahu apa yang harus dilakukan bila kondisi pasar sudah tidak sejalan dengan proyeksi atau posisi masuknya. Ini yang dinamakan rencana trading (trading plan). Dalam rencana trading, selain perhitungan resiko, kita juga sudah mengkalkulasi target keuntungan.

Menjaga resiko sangat penting dalam dunia trading. Salah satu cara untuk menjaga resiko adalah dengan menempatkan stop loss setiap kali masuk posisi. Pelaku pasar juga bisa melakukan hal lainnya untuk menjaga resiko seperti dengan melakukan hedging atau mengunci posisi. Dan bisa juga membeli/menjual instrumen keuangan yang berbeda untuk menutupi resiko pada instrumen yang kini dipegang. Atau bisa juga mengganti posisi dengan posisi yang berlawanan yang sesuai dengan arah harga terkini.

Di bulan Desember ini, selain keputusan rapat FOMC bank sentral AS yang bisa berdampak besar bagi pergerakan harga di pasar keuangan, data-data ekonomi AS juga akan menjadi market mover penting bagi pasar. Karena ketidakpastian kebijakan tapering, para pelaku pasar mencoba menganalisa dan memproyeksikan kapan keputusan tapering ini akan dijalankan. Analisa dan proyeksi para pelaku pasar ini akan didasarkan pada hasil rilisan data-data ekonomi AS sehingga bila data-data tersebut lebih bagus dari prediksi, pasar akan berekspektasi tapering akan dilakukan dalam waktu dekat dan sebaliknya bila hasil data tersebut lebih buruk dari ekspektasi, pasar akan mengasumsikan tapering masih akan ditunda pada bulan mendatang. Dan pergerakan harga akan mengikuti ekspektasi atau sentimen yang berkembang di kalangan pelaku pasar. Oleh karena itu para trader dan investor harus bersiap menghadapi segala kemungkinan.

twitter: @aristontjendra

www.monexnews.com