Home > investasi > Mantap! Investasi Profit 20% Seminggu

Mantap! Investasi Profit 20% Seminggu

Baru-baru ini ada beberapa penawaran investasi atau trading yang memberikan iming-iming profit yang tinggi dalam 1 minggu, 6,5% – 22% per minggu oleh institusi yang mengaku bergerak di bidang investasi tetapi nyatanya tidak memiliki ijin dan terdaftar di otoritas seperti Otoritas Jasa Keuangan (OJK) atau Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti).

Tapi ini tidak menyurutkan masyarakat untuk menanamkan uangnya di perusahaan tersebut. Ini mungkin karena iming-iming dan jaminan pengembalian hasil investasi yang tinggi, Selain itu, penawaran yang dilakukan oleh teman sendiri mungkin tidak bisa ditolak. Performa profit yang dipublikasikan seakan menjadi bukti bahwa investasi itu memang menguntungkan. Buaian profit tinggi tanpa usaha dan tanpa risiko menjadi daya tarik.

Namun bulan madu tidak berlangsung lama. Berita-berita terbaru mengabarkan bahwa penawaran-penawaran tersebut adalah abal-abal alias penipuan. Uang yang ditanamkan tidak bisa ditarik, apalagi dengan profit yang sudah dijanjikan. Masyarakat yang berinvestasi sekali lagi gigit jari.

https://nasional.kontan.co.id/news/bappebti-guardian-capital-group-gcg-asia-tidak-miliki-izin-usaha

http://wartakota.tribunnews.com/2019/04/09/warga-bekasi-diminta-waspadai-investasi-bodong-gcg-asia-karena-tidak-terdaftar-di-indonesia

https://investasi.kontan.co.id/news/hingga-september-satgas-waspada-investasi-jaring-108-entitas-investasi-ilegal

 

Ada idiom yang lazim di investasi: “High Return, High Risk”, imbal hasil yang tinggi pasti dibarengi dengan risiko yang tinggi pula. Tidak ada investasi yang tanpa risiko. Risiko yang bisa dialami adalah risiko kerugian dengan berkurangnya sebagian modal investasi atau bisa juga kehilangan seluruh modal investasi entah karena rugi atau karena gagal bayar/ wanprestasi.

Contoh investasi yang “High Return, High Risk” seperti investasi saham, forex, reksadana saham, obligasi junk, dll.

Bisa juga berinvestasi membangun usaha/bisnis atau aktif bertransaksi di pasar keuangan seperti forex, komoditi, saham dengan membuka akun trading.

Contoh investasi yang “Low Return, Low Risk” seperti reksadana pasar uang, Surat Utang Negara (SUN)

Tentunya sebelum memulai melakukan investasi alias menanamkan modal, ada baiknya terlebih dahulu mempelajari seluk beluk investasi tersebut. Edukasi diri sendiri, googling semua informasi yang terkait, tanya kepada ahli yang profesional atau ke otoritas/regulator. Paling tidak, hal-hal tersebut akan menghindarkan kita dari penipuan/scamming.

Adapun soal kerugian investasi adalah masalah eksekusi di lapangan yang harus dipelajari lebih lanjut mengenai strategi berinvestasi atau trading dan bagaimana cara mengelola/meminimalisir risiko.

 

Ingin tahu lebih lanjut informasi mengenai trading di pasar keuangan khususnya Trading Forex: https://forexdiscovery.blogspot.com/2019/06/forex-trading-easy-way-to-earn-money.html

 

 

 

 

  1. No comments yet.