Home > Commodity > Dow Jones Vs Emas

Dow Jones Vs Emas

Indeks saham AS seperti Dow Jones, S&P 500 dan Nasdaq masing-masing kini berada di level tinggi. Bahkan Dow dan S&P telah membentuk level tertinggi yang baru sepanjang masa. Sejak awal tahun 2013 ini, indeks-indeks saham AS langsung tancap gas dan yang menarik kita perhatikan ternyata pergerakannya berbanding terbalik dengan pergerakan harga emas. Harga emas dalam tiga bulan terakhir (bahkan dari awal Oktober 2012), pergerakannya terus menukik ke bawah.

grafik dow-emas harian Jan-Mar 2013

Sumber: Thomson Reuters

 

Tabel Penutupan Harga Jan-Mar 2013

Sumber: Thomson Reuters

Ini bisa disimpulkan bahwa ada peralihan minat investasi dari yang lebih aman ke yang lebih beresiko. Para pelaku pasar yang sebelumnya memarkirkan dananya pada portofolio emas, kelihatannya mengalihkan sebagian ke perdagangan saham. Para pelaku pasar tampaknya sudah mulai nyaman untuk berinvestasi ke instrumen yang lebih beresiko pada kondisi perekonomian dunia saat ini.

Beberapa faktor yang menjadi penyebabnya yaitu:

  1. AS berhasil melewati risiko fiscal cliff.
  2. Bank Sentral AS masih mempertahankan dan menambah kebijakan stimulus.
  3. Pendapatan korporasi-korporasi AS mencapai rekor tertinggi.
  4. Adanya sinyal perbaikan ekonomi AS.

Menjelang akhir kuartal IV 2012 lalu, sempat terjadi penurunan indeks Dow Jones dan di saat yang bersamaan terjadi kenaikan harga emas akibat munculnya kekhawatiran pasar terhadap masalah fiscal cliff. Pasar khawatir fiscal cliff ini akan merontokkan perekonomian AS dan menurunkan profitabilitas perusahaan-perusahaan di negara itu. Tetapi setelah tercapai kesepakatan di parlemen pada awal tahun ini, indeks saham mulai menunjukkan tajinya kembali.

Momentum penguatan indeks saham AS juga didukung oleh kebijakan stimulus bank sentralnya. Dalam beberapa kesempatan, Gubernur Bank Sentral AS, Ben S. Bernanke menegaskan kembali komitmen untuk membantu pemulihan ekonomi AS melalui stimulus moneter. Federal Reserve kini setiap bulannya menggelontorkan dana sebesar $85 miliar untuk membeli obligasi jangka panjang pemerintah dan surat berharga berbasis kredit perumahan. Volume likuiditas yang berlimpah tentunya mencari tempat untuk diinvestasikan, dan bursa saham selalu masuk dalam pilihan utama.

Bagusnya rapor pendapatan korporasi AS menjadi salah satu alasan mengapa bursa saham menjadi sasaran untuk berinvestasi. Menurut kompilasi data pemerintah, pendapatan korporasi di kuartal III 2012 mencapai $1,75 triliun atau naik 18,6% dibandingkan tahun lalu. Pendapatan korporasi di Q3 ini juga lebih tinggi dibanding kuartal sebelumnya yang sebesar $1,665 triliun. Laba kuartalan tersebut merupakan yang terbesar (setelah dipotong pajak) dalam sejarah Amerika Serikat. Pendapatan korporasi kuartal III juga menyumbang 11,1% dari total nilai perekonomian AS dibandingkan catatan triwulan sebelumnya yang hanya sekitar 8%.

Data-data ekonomi AS yang semakin membaik juga menarik minat para pelaku pasar untuk memborong saham-saham AS. Beberapa bulan belakangan, data-data tenaga kerja terus mengalami kemajuan seperti data Non-farm payrolls, angka rata-rata pengangguran dan klaim tunjangan pengangguran mingguan. Data-data aktivitas sektor manufaktur dan jasa juga memperlihatkan peningkatan dan masih menunjukan ekspansi/pertumbuhan (angka di atas 50). Demikian pula dengan laporan penjualan ritel, yang perannya begitu penting karena ekonomi AS sangat bergantung pada konsumsi domestiknya.

 

Tabel data ekonomi AS Jan-Mar 2013

Sumber: www.monexnews.com

Apakah kenaikan Dow Jones dan tekanan terhadap harga emas akan terus berlanjut hingga akhir tahun? Perkembangan positif dari perekonomian AS masih akan mendukung penguatan Dow Jones. Apalagi ditambah dengan kemungkinan dikeluarkannya kebijakan stimulus yang lebih agresif oleh Bank Sentral Jepang. Akan tetapi, kekhawatiran pelaku pasar terhadap kembalinya krisis ekonomi global akibat masalah hutang Eropa bisa menekan indeks saham dan kembali memperkuat harga emas. Begitu rasa khawatir muncul, pasar pasti akan mencari tempat investasi yang aman.

Namun sebagai pelaku pasar ritel, gonjang-ganjing di pasar keuangan tentunya bisa kita manfaatkan untuk mencari keuntungan. Tren penguatan maupun penurunan harga sebenarnya bukan masalah bagi para trader yang melakukan transaksi di bursa berjangka (futures) dan komoditi. Potensi keuntungan tidak berkurang karena bursa ini menawarkan two-ways opportunity. Di saat harga sedang turun, kita bisa membuka posisi jual terlebih dahulu dan sebaliknya di saat harga naik, kita membuka posisi beli. Jual beli di bursa berjangka juga sama mudahnya dengan transaksi jual beli di pasar konvensional. Dengan sistem transaksi yang sudah online via internet maupun telepon, investor semakin mudah untuk mengeksekusi transaksinya. Bertransaksi di bursa berjangka bisa menjadi alternatif investasi untuk mencari keuntungan. Tapi jangan lupa untuk memilih perusahaan pialang kredibel yang pantas untuk menjadi ‘Your No. 1 Financial Partner!’.

twitter: @aristontjendra

  1. No comments yet.