Archive

Archive for December, 2012

Market Movers di 2013

December 18th, 2012 No comments

Krisis hutang Eropa masih mendominasi headline berita pasar keuangan global. Krisis ini menggerogoti pertumbuhan ekonomi di zona euro dan bahkan menekan pertumbuhan ekonomi dunia. Pergerakan pasar keuangan sepanjang 2012 lalu tidak lepas dari krisis ini, dan situasi tidak akan jauh berbeda di tahun 2013.

Tercatat ada beberapa kebijakan dan peristiwa ekonomi di tahun 2012 berpengaruh besar terhadap volatilitas pasar, dan kemungkinan masih mempengaruhi pergerakan pasar keuangan tahun 2013. Di antaranya yaitu:

  • Perubahan kebijakan moneter bank sentral
  • Krisis hutang Eropa yang berkutat di Yunani, Spanyol dan Italia
  • Pelambatan ekonomi global di negara-negara yang termasuk perekonomian besar seperti di China, zona euro dan Jepang.
  • Pergantian kepala pemerintahan seperti yang terjadi di Yunani, Amerika Serikat (AS), China, Jepang dan Italia.
  • Negosiasi penyelesaian Fiscal Cliff di AS.

Kondisi ekonomi yang belum sepenuhnya pulih di tahun 2012 menimbulkan ekspektasi adanya kebijakan baru dari bank sentral untuk menstimulasi pertumbuhan ekonomi dari sisi moneter. Bank-bank sentral utama dunia memperlonggar kebijakan moneternya dengan menambah stimulus atau menurunkan suku bunga acuan masing-masing (Perhatikan Tabel 1). Federal Reserve AS, otoritas yang paling diperhatikan pasar, akhirnya mengeluarkan pelonggaran kuantitatif ketiganya. Meskipun setelah kebijakan itu dirilis, pergerakan harga aset (khususnya instrumen berisiko) justru berbalik terkoreksi.

Tabel 1. Perubahan Kebijakan Moneter Bank Sentral 2012

Bank Sentral Suku Bunga Acuan Stimulus lainnya
Bank Sentral China- PBoC Turun sebanyak dua kali dari 6.56% menjadi 6.00%. Memangkas suku bunga simpanan dari 3.5% menjadi 3.0% dan giro wajib minimum sebanyak 2 kali masing-masing sebesar 0.5%.
Bank Sentral Australia – RBA Turun sebanyak 4 kali dari 4.25% menjadi 3.00%
Bank Sentral Eropa – ECB Turun sebanyak 2 kali dari 1.25% menjadi 0.75% Merilis program pinjaman lunak LTRO untuk perbankan dan program OMT yakni pembelian obligasi pemerintah di pasar sekunder tanpa batas untuk memberikan keyakinan ke pasar.
Bank Sentral Inggris – BoE Mempertahankan suku bunga 0.5% Menambah program pembelian aset sebesar 100 miliar Pound, dari 275 miliar menjadi 375 miliar Pound.
Bank Sentral AS – US Federal Reserve Mempertahankan suku bunga 0% hingga pertengahan 2015 yang diubah menjadi: hingga tingkat pengangguran mencapai 6.5% dan tingkat inflasi 2.5% Merilis kebijakan bond swap yang dikenal dengan operation twist ke-2 dan kebijakan QE3 dengan membeli obligasi berbasis KPR senilai $40 miliar per bulan hingga ekonomi terlihat pulih. Mengganti Operation Twist dengan pembelian obligasi jangka panjang sebanyak $45 M per bulan.
Bank Sentral Jepang – BoJ Mempertahankan suku bunga tetap di 0-0.1% Menetapkan target inflasi sebesar 1% dan menambah program pembelian aset hingga mencapai 91 triliun yen, dari pembelian awal tahun yang hanya sebesar 55 triliun yen.
Bank Sentral Swiss – SNB Mempertahankan suku bunga di 0-0.25% Melanjutkan pemasungan kurs mata uang Franc terhadap Euro di CHF 1.2 per Euro.

Sumber: PBoC, RBA, ECB, BoE, Federal Reserve, BoJ, SNB

Tekanan pada pemulihan ekonomi akan menuntut perubahan kebijakan yang lebih stimulatif. Di 2013, kejutan mungkin datang dari Bank Sentral Jepang (BoJ). Pergantian kepemimpinan bulan Desember lalu mungkin akan membawa perubahan pada kebijakan moneter dan fiskal negara ini. Pemimpin Partai