Home > Commodity > Pengaruh Stimulus Fed Terhadap Pergerakan Harga Emas

Pengaruh Stimulus Fed Terhadap Pergerakan Harga Emas

Kalau kita menilik pergerakan harga emas pada grafik, kita akan mendapati bahwa pergerakan harga emas berkorelasi positif dengan stimulus yang dikeluarkan oleh Federal Reserve Amerika Serikat.

Dalam usahanya membantu pemulihan ekonomi di Amerika Serikat, The Fed, sebutan untuk bank sentral AS mengeluarkan kebijakan-kebijakan moneter yang non-konvensional yang sifatnya stimulatif. Angkanya pun tidak main-main, ratusan miliar dollar bahkan sampai triliunan dollar. Jumlah yang fantastis itu dimaksudkan agar kebijakannya benar-benar memberikan dampak yang besar di perekonomian AS.

Kebijakan stimulatif ini berujung pada peningkatan jumlah uang yang beredar di masyarakat. Seperti dua sisi mata uang, ada sisi positif dan negatif. Sisi positifnya adalah masyarakat mendapatkan akses untuk memperoleh dana murah untuk diputar dalam bisnis dan investasi. Sisi negatifnya banyaknya uang yang beredar akan meningkatkan permintaan barang dan akhirnya menaikan inflasi.

Sejak krisis keuangan yang terjadi di AS pada tahun 2008, The Fed telah mengeluarkan berbagai kebijakan moneter baik yang konvensional maupun non-konvensional untuk mempercepat pemulihan ekonomi di AS. Kebijakan yang dikeluarkan bernuansa pelonggaran moneter yang bertujuan memperluas dan mempermudah akses masyarakat memperoleh pembiayaan untuk memutar roda perekonomian. The Fed memangkas suku bunga acuan hingga mendekati 0% dan berusaha menekan suku bunga kredit perumahan yang ketika itu menjadi pokok permasalahan dengan mengeluarkan kebijakan non-konvensional pelonggaran kuantitatif (quantitative easing – QE).

Krisis yang luar biasa hebat membuat Fed tidak cukup hanya mengeluarkan kebijakan yang biasa-biasa saja sehingga dikeluarkanlah kebijakan yang di luar kebiasaan. Kebijakan yang luar biasa ini menyuntikan dana yang luar biasa besar ke pasar. Yang otomatis menambah jumlah uang yang beredar dan ini mendepresiasi nilai dollar AS. Likuiditas yang berlebih ini dimanfaatkan para pelaku pasar untuk melakukan investasi di pasar keuangan seperti pembelian saham, obligasi, kontrak komoditi, dll. Dan ini berimbas pada kenaikan indeks saham, harga komoditi dan portofolio yang menjanjikan imbal hasil tinggi lainnya.

Emas yang termasuk dalam kategori komoditi mendapatkan imbas positif dari stimulus Fed. Pada pelaksanaan QE yang pertama, yaitu periode Januari 2009 – Maret 2010 dengan suntikan stimulus sebesar 1,25 triliun dollar, harga emas melejit sebesar 27,4%. Demikian juga dengan QE yang ke-2, harga emas menguat 5,9% selama periode November 2012 – Juni 2011. Sementara QE 3 yang baru diluncurkan September 2012 lalu, harga emas masih menunjukkan reaksi yang positif.

Lain halnya dengan kebijakan operation twist. Kebijakan ini tidak menambah uang beredar tapi hanya menukar kepemilikan obligasi jangka pendek dengan jangka yang lebih panjang sehingga dapat mempertahankan suku bunga jangka panjang tetap rendah. Oleh karena itu, operation twist ini tidak memberikan pengaruh positif terhadap penguatan harga emas.

Tabel Kebijakan Non-Konvensional Fed - Harga Emas

Sumber: www.federalreserve.gov, www.monexnews.com

Sejak pertengahan 2011, para pelaku pasar terus berspekulasi dan berekspektasi akan dikeluarkannya kebijakan QE yang baru menyusul berakhirnya QE ke-2 pada Juni 2011. Namun hal tersebut tidak direalisasikan oleh Fed  saat itu dan Fed menggantinya dengan program operation twist pada September 2011. Alhasil, tidak ada kenaikan harga emas melebihi rekor tertinggi emas sepanjang masa di 1920 dollar per troy ons yang dicetak pada awal September 2011. Harga emas malah turun sebesar 14,9% selama periode operation twist yang pertama (September 2011- Juni 2012).

Sumber: Platform Trading MT4 www.mifx.com

Saat Fed meluncurkan QE ke-3, harga emas berhasil keluar dari area konsolidasi dan terus menguat hingga saat ini. Kali ini The Fed  tidak memberikan batasan waktu berakhirnya kebijakan pelonggaran kuantitatif, tidak seperti dua kebijakannya yang terdahulu. The Fed memberikan batasan bahwa kebijakan tersebut akan terus dijalankan selama kondisi tenaga kerja di AS tidak menunjukan pemulihan. Selama itu, The Fed akan terus membeli surat berharga yang berbasis kredit perumahan sebesar 40 milyar dollar per bulan dengan “mencetak uang yang baru”. Tidak ada patokan atau angka yang jelas mengenai kondisi tenaga kerja yang dianggap sudah pulih. Namun salah satu Presiden Federal Reserve Bank, Charles Evans, mengatakan bahwa Fed akan terus menjalankan kebijakan QE hingga tingkat pengangguran AS mencapai angka di bawah 7% (Saat ini tingkat pengangguran AS berada di 8,1%). Data tingkat pengangguran AS ini akan dirilis setiap Jumat pertama setiap bulan pada pukul 19.30 WIB (summer time) atau 20.30 WIB (winter time).

Suntikan dana baru sebesar 40 milyar dollar AS per bulan ke perekonomian tentu saja merupakan stimulus yang besar. Pasar keuangan sudah jelas sangat mendapatkan keuntungan dari kebijakan ini. Sementara sektor riil “diharapkan” juga mendapatkan keuntungan. Penguatan harga emas akan mendapatkan sokongan. Target $2000 per troy ons, seperti yang diproyeksikan banyak analis, mungkin dapat tercapai tahun depan.

  1. uhan juhanda
    February 17th, 2013 at 17:29 | #1

    berarti kebijakan moneter yang di gelontorkan THE FED sabtu tgl 16 feb 2013 menaikkan harga emas lg yach…

    • February 22nd, 2013 at 15:31 | #2

      @uhan juhanda, tidak ada meeting Fed tanggal 16 Feb 2013. Fed baru akan meeting lagi tanggal 20 Maret 2013. Poin yang perlu diperhatikan dari meeting Fed adalah pernyataan mengenai program stimulus, apakah tetap, ditambah atau akan dihentikan.

  2. ewwank
    June 6th, 2013 at 21:30 | #3

    kalau kebijakan obligasi di keluarkan apakah harga emas akan naik lagi..?

    • June 14th, 2013 at 17:20 | #4

      Kalau Fed masih akan menggelontorkan stimulus dengan pembelian obligasi pemerintah tanpa ada rencana pengurangan dalam waktu dekat, emas masih bisa menguat lagi

  3. yusi
    August 20th, 2013 at 09:26 | #5

    Secara teknis apa alasan pem AS menghentikan stimulus itu dan apa pengaruhnya terhadap
    perekonomian AS dan juga negara lain, misal Indonesia?

    • August 21st, 2013 at 14:01 | #6

      Stimulus yang terus menerus bisa menciptakan hiper inflasi dan nantinya Fed akan kesulitan melakukan normalisasi akibat banyaknya aset yang dipegang.
      Pengurangan stimulus tentunya akan dilakukan bila perekonomian AS telah dinilai siap untuk itu dalam artian sudah membaik atau mulai.
      Pengurangan stimulus sering dikhawatirkan pelaku pasar akan menyurutkan likuiditas di pasar keuangan. Sehingga pengurangan stimulus berdampak pada keluarnya hot money dari aset-aset atau instrumen beresiko dan dialihkan ke aset yang lebih aman. Seperti yang kita lihat belakangan ini, pasar saham emerging markets terkena aksi jual dan nilai tukar mata uangnya melemah terhadap dollar AS.

  4. August 22nd, 2013 at 14:00 | #7

    Ada analisa yg mengatakan gold telah terbagi dalam 4 tahap. 1. tahap akumulasi yaitu sebelum dikeluarkannya kebijakan stimulus 2. Mark up setelah dilukuarkan kebijakan 3. tahap distribusi yaitu dari thn 2011 hingga akhir thn 2013 4. tahap Diclain…sejak awal 2013
    begitu deep impact apabila dihentikan terhadap perekonomian US dan kpd yg lainnya (spt yg telah diterangkan diatas) maka dpt disimpulkan program QE ini tidak akan pernah akan berhenti. mohon penjelasan detailsnya

    • September 25th, 2013 at 09:38 | #8

      QE merupakan satu dilema bagi bank sentral AS saat ini. Di satu sisi Fed harus membantu perekonomian AS yang terpuruk akibat krisis keuangan besar dengan menggelontorkan stimulus yang besar juga, di sisi lain QE ini memberikan dampak negatif yaitu hiper inflasi dan kesulitan untuk menarik QE dari perekonomian tanpa mengganggu perekonomian.

      Untuk itu Fed sudah mulai memikirkan bagaimana cara menarik stimulus kembali dengan efek yang paling minimal bagi perekonomian AS dan mungkin global. Dan Fed masih terus melakukan kajian. Dampak negatif penarikan stimulus mungkin tidak bisa dihindari tapi harus dilakukan agar dampak negatif QE terhadap perekonomian tidak menimbulkan krisis yang baru.

  5. teguhP
    August 24th, 2013 at 09:04 | #9

    Pak ariston, secara pribadi saya suka menganalisa harga emas dalam usd/oz.
    Namun begitu saya mau mengeksekusi untuk menentukan timing pembelian emas batangan. Saya kesulitan pak.
    Terutama karena kita harus berpikir dalam Rp/oz. Sehingga kurs rupiah sangat berpengaruh juga.
    Ketika tappering terjadi, walaupun emas turun tapi rupiah juga bisa jadi ikut terkapar. Ini yg menyulitkan memperkirakan harga emas dalam rupiah
    Apalagi antam seringkali tidak segera menurunkan harga emasnya dengan kecepatan yg sama dengan turunnya harga emas international sesudah dikonversi ke rupiah. namun bila harga international naik antam cepat sekali menyesuaikannya.
    Mohon masukan bapak untuk menentukan timing pembelian emas pak.

    • September 25th, 2013 at 09:26 | #10

      Kita bisa melakukan analisa grafik pergerakan harga antam dengan mengambil histori harga penutupan antam. Kalau saya lihat investasi emas batangan bukan untuk investasi jangka pendek karena besarnya perbedaan harga kita beli dengan harga buyback antam/toko. Saat harga emas naik pada saat ancaman serangan militer AS ke Suriah, harga buyback antam sulit untuk melebihi harga Rp.500.000 per gram. Jadi cocoknya untuk investasi yang jangka waktunya lebih panjang (bisa lebih dari 6 bulan). Untuk memaksimalkan volatilitas emas, kita bisa trading jangka pendek di bursa berjangka dan komoditi Indonesia yang juga menawarkan peluang dua arah, maksudnya saat pergerakan harga turun pun peluang juga tetap ada.

      Kembali ke emas antam, kalau kita melihat harga rata-rata Maret-Sep 2013 untuk emas antam 100 gr = Rp.488.350,-, 10 gr = 492.750. Jadi kalau kita menggunakan rata-rata itu sebagai acuan, harga antara 460-500 rb bisa dijadikan titik masuk. Bila kita melihat pergerakan harga emas tahun ini, tekanan turun masih membayangi harga emas. Kita harus memasukan resiko ini bila ingin investasi di antam. Salah satu cara mengurangi resiko penurunan harga adalah dengan tidak membeli emas di harga tertentu dalam jumlah besar, artinya kita melakukan averaging dengan membeli emas di beberapa harga.

      Data emas antam bisa didownload di sini: http://www.monexnews.com/harga-emas.htm

  6. Anyssa
    December 17th, 2013 at 20:25 | #11

    Hmm maaf agak kurang paham saya :( Jadi intinya pengaruh kenaikan harga emas terhadap kebijakan moneter di Indonesia itu, emas yang naik lah yang menyebabkan inflasi sehingga pemerintah harus mengeluarkan kebijakan moneter . Seperti itukah?

    • December 20th, 2013 at 15:43 | #12

      Halo Mba Anyssa,
      Harga emas Indonesia biasanya dipengaruhi oleh fluktuasi/pergerakan harga emas spot dunia yang diperdagangkan di bursa comex dan London.
      Harga emas spot naik, emas indonesia juga naik, dan sebaliknya.Selain itu harga emas Indonesia juga dipengaruhi oleh nilai tukar rupiah terhadap dollar AS. Semakin lemah nilai rupiah, harga emas indonesia bisa ikut naik.

      Sementara soal inflasi, yang dimaksud ini adalah inflasi yang hyper. inflasi yang hyper bisa menggerus nilai aset yang dipegang investor. Nah untuk melindungi nilai aset ini, investor membeli emas yang dipandang sebagai aset safe haven.Dan bila kekhawatiran terhadap inflasi telah hilang di pasar, biasanya investor melikuidasi sebagian investasi emasnya dan beralih ke investasi yang lebih menghasilkan.Naik turunnya tekanan inflasi bisa berusaha dikendalikan dengan kebijakan moneter.Jadi tulisan di atas menggambarkan pengaruh kebijakan moneter Fed (Bank sentral AS) terhadap Harga Emas dan bukan sebaliknya.

  7. December 14th, 2014 at 07:04 | #13