Home > Commodity > Menilik Prospek Harga Minyak Mentah Dunia

Menilik Prospek Harga Minyak Mentah Dunia

Harga minyak mentah menjadi sorotan di dalam negri belakangan ini karena berkaitan dengan rencana kenaikan bahan bakar minyak (BBM) yang diusulkan pemerintah kepada DPR RI. Setelah demo besar-besaran terjadi di beberapa kota besar di Indonesia yang menyuarakan harga BBM bersubsidi tetap, DPR RI akhirnya mengeluarkan keputusan untuk tidak menaikan BBM pada 1 April 2012 tapi memberikan kemungkinan bagi pemerintah untuk menaikan harga BBM sewaktu-waktu jika harga minyak mentah Indonesia (Indonesian Crude Price) rata-rata 6 bulan terakhir naik melebihi 15% dari harga yang dipatok di APBN-P. Namun hal ini masih menjadi polemik karena kebijakan ini diduga melanggar UUD 1945.

Harga minyak mentah Indonesia berfluktuaksi mengikuti perkembangan harga minyak mentah dunia. Kenaikan minyak mentah dunia yang cukup signifikan mulai terjadi setelah adanya ketegangan antara Iran dengan negara Barat yakni Amerika Serikat dan Eropa terkait program nuklir yang dijalankan Iran. Ketegangan ini berujung pada pemberian sanksi embargo ekonomi kepada Iran oleh Amerika Serikat dan Uni Eropa. Dan hal ini dibalas oleh Iran dengan menghentikan ekspor minyak mentahnya ke kawasan Eropa dan rencana penutupan selat Hormuz yang merupakan jalur utama pendistribusian 15 juta barel minyak per hari.

Mungkin ada yang bertanya apa itu Indonesian Crude Price (ICP), siapa yang menentukan harganya?  Pemerintah melakukan penentuan ICP berdasarkan harga rata-rata bulanan minyak mentah spot yang dievaluasi oleh Platts (50%) dan RIM Intelligence (50%). Platts dan RIM Intelligence adalah perusahaan penyedia informasi harga energi yang menjadi acuan harga fisik di pasar energi dunia. Dan formula penentuan ICP ini dievaluasi oleh pemerintah setiap 6 bulan sekali. Jadi harga minyak mentah yang digunakan oleh pemerintah Indonesia untuk menentukan harga BBM tidak sama dengan harga minyak mentah yang ditentukan oleh OPEC atau harga minyak mentah WTI (West Texas Intermediate) atau harga minyak mentah Brent.

Grafik 1. Harga Minyak Mentah ICP-WTI-Brent Bulanan (Jan 2005- Mar 2012)

harga icp-wti-brent

Harga ICP WTI BRENT

 

Sumber data: ESDM.go.id, Thomson Reuters

Dari grafik harga minyak mentah di atas selintas terlihat bahwa pergerakan harga minyak mentah dari tiga jenis minyak mentah ini tidak jauh berbeda. Pada Bulan Juni 2008, harga minyak mentah dari ketiga jenis ini mencapai puncaknya dengan ICP di $132.36 per barel, WTI $140.00 per barel dan Brent di $139.83 per barel. Disparitas harga terutama antara Brent-ICP dengan WTI mulai terlihat membesar saat memasuki tahun 2011. (Lihat grafik 1)

Meskipun demikian tren pergerakan dari ketiganya tetap sama. Di saat Brent dan ICP naik, WTI juga naik. Di saat WTI turun, Brent dan ICP juga turun. Harga minyak selain dipengaruhi oleh permintaan dan suplai, juga dipengaruhi sentimen-sentimen yang berkembang di pasar komoditi. Seperti isu ketegangan di Iran yang sedang terjadi saat ini.

Kenaikan harga minyak mentah yang terlihat cukup signifikan tentunya tidak disukai oleh semua pemerintahan di dunia tidak terkecuali negara produsen m